Semarang – INFOPlus. PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkolaborasi dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) akan memecahkan rekor pembuatan miniatur lokomotif 3D print terbesar se-Indonesia.
Kick off pembuatan miniatur lokomotif dilakukan di Stasiun Semarang Tawang, Rabu (7/6). Kolaborasi KAI dan IRPS juga akan mencetak rekor selanjutnya, yaitu Pameran dan Pengoperasian Printer Tridimensi secara Nonstop Terlama.
Kepala Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo mengatakan, merupakan suatu kebanggan KAI bersinergi dengan IRPS dalam menghadirkan kembali lokomotif uap bersejarah yang pernah melayani masyarakat Indonesia, meski dalam bentuk replika.
Terkait dengan miniatur lokomotif terbesar, kata Wisnu, pihaknya memilih lokomotif uap DD52 yang pernah beroperasi di Indonesia.
Lokomotif buatan Jerman dan Belanda ini didatangkan oleh perusahaan kereta api milik negara, Staatsspoorwegen (SS) sepanjang tahun 1923-1924. Lokomotif DD52 memiliki panjang 20.792 mm dengan bobot 136 ton.
Di dekade 1970-an, hanya tersisa 2 lokomotif yaitu DD5203 dan DD5208 yang siap operasi. Kedua lokomotif ini beroperasi hingga pertengahan 1970-an dan pada akhirnya dibesituakan di akhir 1970-an.
“Harapannya, dengan adanya miniatur lokomotif uap DD52 di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, sejarah perkeretaapian di Indonesia akan semakin dihargai, dicintai, dijaga, dan dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi masyarakat luas,” kata Wisnu.
Lokomotif ini dihadirkan dalam bentuk miniatur yang dibuat dengan teknologi kekinian yaitu menggunakan teknologi printer 3 dimensi.
Miniatur lokomotif skala 1:4 ini memiliki dimensi mencapai panjang 6 meter, sehingga KAI dan IRPS cukup percaya diri untuk mencatatkan miniatur lokomotif uap ini di Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai miniatur lokomotif terbesar di Indonesia.
“Semua proses pencetakan tridimensi (print 3D) ini akan diperlihatkan kepada masyarakat selama 14 hari di Stasiun Semarang Tawang,” sebutnya.
Secara keseluruhan, miniatur lokomotif terbesar ini akan dicetak menggunakan 35 mesin cetak tridimensi (printer 3D) dan menghabiskan setidaknya 170 kg material filamen plastik, ABS, dan resin yang juga didukung penuh oleh 3D Zaiku Indonesia sebagai salah satu pelopor yang menghadirkan teknologi cetak tridimensi di Indonesia. (Ags/Ts)
















