Gandeng Ombudsman, Pemkot Semarang Luncurkan Inovasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat

oleh

Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terbaru, dua inovasi baru bertitel Simpang Lima dan Ravatars diluncurkan. Program Simpang Lima mengandung maksud sinergitas dalam penanganan gawat darurat terpadu secara lintas sektor dan bersama masyarakat untuk mewujudkan safe community.  Sedangkan Ravatars adalah Respons Cepat Layanan Vaksinasi Kota Semarang Terintegrasi.

“Inovasi Simpang Lima akan berfokus pada penanganan kegawatdaruratan, khususnya korban kecelakaan. Di mana per tahun, rata-rata meningkat 30% di Kota Semarang, dan 34% angka nasional. Melalui Simpang Lima ini akan diberikan respons cepat dan tepat pada korban untuk menurunkan angka

kematian dan kecacatan,” terang Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat luncurkan dua inovasi tersebut di Ruang Lokakrida, Gedung Balaikota Selasa (23/5).

INFO lain :  Yudi Indras Wiendarto Pimpin Sepak Takraw Jateng, Janji Pertahankan Tradisi Emas

“Sedangkan Ravatars ini merupakan kegiatan kolaboratif lintas sektor guna mencapai cakupan imunisasi yang tinggi merata. Tiga aspek utama dari Ravatars adalah edukasi, integrasi dan pemberdayaan baik dari layanan fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, maupun kader kesehatan untuk memantau kelengkapan imunisasi bayi atau balita dengan harapan semua anak sampai usia sekolah mendapatkan imunisasi lengkap,” lanjutnya.

Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, memastikan inovasi untuk mewujudkan pelayanan publik ini bersifat berkelanjutan. Sehingga dirinya berharap setiap inovasi dari Pemerintah Kota Semarang tidak hanya sekedar launching dan selesai, tetapi juga akan terus dikembangkan.

INFO lain :  Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti akan Hadir . Pemecahan Rekor MURI Makan Pepes Terpanjang pada HUT Batang Ke-52

“Dan ini merupakan wujud pelayanan publik dan kami selalu melakukan inovasi-inovasi. Mungkin kami tidak sebanyak daerah lain dalam melakukan inovasi, tetapi kami betul-betul mengimplementasikannya sehingga tidak hanya launching dan selesai, tetapi ini menjadi sistem dan harus dikembangkan agar terus berkelanjutan,” tegasnya.

Kedua inovasi yang baru saja diluncurkan tersebut juga akan menggandeng stakeholder bidang kesehatan seperti PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Jawa Tengah, PT Jasa Raharja dan PT Taspen

Dalam acara yang sama, Pemkot Semarang juga turut menandatangani nota kesepahaman dengan Ombudsman RI tentang peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemerintah Kota Semarang.

INFO lain :  Mayat Pria Tanpa Kepala Gegerkan Karimunjawa

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih mengapresiasi Pemkot Semarang atas kerja sama yang sudah terjalin. MoU kali ini merupakan upaya peningkatan dari kerja sama sebelumnya.

“Jadi MoU ini kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar mendapat respons lebih baik dan berkualitas. Yang kedua, pencegahan maladmistrasi, bagaimana memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat untuk lebih baik lagi. Kami juga sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kota Semarang, dan kami tingkatkan lewat MoU ini,” pungkasnya.SAR gabungan kembali kesatuan masing-masing,” imbuh Heru. (Ags/Ts)