Meskipun harta kekayaannya turun US$ 13 juta, namun saat ini Ghan Djoe Hiang masih memiliki harta kekayaan mencapai US$ 1 miliar.
Suharya memulai grup pada tahun 1971 dengan mendirikan PT Ensicon Indonesia, kontraktor umum, dan melakukan diversifikasi ke perdagangan batubara pada tahun 1988.
Baramulti Group saat ini memiliki 11 konsesi batu bara di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia.
Ghan Djoe Hiang masuk ke daftar urutan 2.540 orang terkaya di dunia dan urutan 41 orang terkaya di Indonesia.
Haryanto Tjiptodihardjo
Haryanto Tjiptodiharjo menjalankan perusahaan terdaftar Impack Pratama Industri, didirikan pada tahun 1981 oleh ayahnya Handojo. Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan memproduksi bahan konstruksi berbasis polimer seperti atap, lantai, dan pipa.
Ini juga mengoperasikan lokasi manufaktur di Australia, Malaysia, Selandia Baru dan Vietnam.
Haryanto bergabung dengan perusahaan pada tahun 1986 setelah lulus dengan gelar MBA dari Universitas Woodbury di AS.
Dengan kekayaan mencapai US$ 1 miliar, ia menempati urutan ke 2.606 orang terkaya di dunia dan ke 45 di Indonesia.
Sumber cnbc
















