Anak tukang becak raih gelar sarjana pendidikan di UMP

oleh

“Yang namanya rezeki itu Allah yang mengatur. Alhamdulillah kalau mau bayar uang kuliah, ada kelonggaran, ada pemasukan lagi karena ada orang yang suruh (kerjakan) apa saja,” tegasnya.

Rektor UMP Assoc Prof Dr Jebul Suroso mengatakan banyak keistimewaan dalam Wisuda Ke-70 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, salah satunya sosok Ema yang sangat percaya diri dengan tidak memandang strata.

“Tetapi dia yang berlatar belakang orang tuanya tukang becak, mohon maaf bukan merendahkan pekerjaan, tetapi bisa berhasil menjadi seorang sarjana, dan UMP mengelola itu,” katanya.

INFO lain :  Pemasangan APK Banyak Langgar Aturan

Selain itu, kata dia, Wisuda Ke-70 tersebut dihadiri oleh tiga pemerintah kabupaten, yakni dari Bangka, Belitung, dan Pangandaran.

Ia mengatakan niat UMP untuk membuka kelas afirmasi, yang pertama adalah mereka akan menguliahkan putra daerah di UMP dengan beasiswa dari daerah masing-masing.

INFO lain :  Jalan Putus Akibat Jembatan Ambrol, Warga Diangkut Mobil BPBD

“Berikutnya, kami akan membuka program studi di luar kampus utama. UMP nanti akan berada di Pangandaran, Bangka, juga di Belitung,” jelasnya.

Menurut dia, Wisuda Ke-70 juga diikuti oleh seorang wisudawan yang merupakan seorang penyandang disabilitas dan berkuliah di Fakultas Hukum.

INFO lain :  Seorang Pejabat di Pemkab Brebes Diciduk BNN

Ia memastikan UMP ramah terhadap difabel, sehingga beberapa hal diset sedemikian rupa meskipun belum 100 persen memberikan kemudahan.

“Contoh yang kuliah di Fakultas Hukum, kami tempatkan di lantai 6 dan di sana ada lift sehingga memudahkan mahasiswa dalam menuju dan meninggalkan ruang kuliah,” kata Rektor.

Sumber Antara