12 Hari Terkatung-katung di Laut, Dua Nelayan Jepara Ditemukan di Perairan Bekasi

oleh
Dua nelayan asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditemukan selamat setelah terombang ambing di laut selama 12 hari.

Jepara – Dua nelayan asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang dikabarkan hilang ketika keduanya melaut akhirnya ditemukan selamat bersama perahunya yang terseret ombak hingga di perairan Bekasi, kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

“Kedua nelayan selamat tersebut, yakni Broto asal Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo dan Triyono asal Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara,” ujarnya di Jepara, Selasa.

Ia mengungkapkan kedua nelayan tersebut ditemukan nelayan dari Bekasi saat keduanya terlihat di perairan setempat dalam kondisi mesin perahu mati pada Senin (29/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

INFO lain :  Bejat, Ayah Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil 7 Bulan

Selanjutnya, kata dia, kedua nelayan tersebut mendapatkan pertolongan nelayan setempat dan saat ini keduanya menginap di rumah nelayan setempat, menunggu penjemputan dari pihak keluarga dari Jepara.

Dengan demikian, imbuh dia, kedua nelayan tersebut berada di laut dengan kondisi mesin perahu mati selama 12 hari karena keduanya berangkat melaut sejak Kamis (18/8) sekitar pukul 15.00 WIB dari Perairan Bondo menuju Perairan Empurancak, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

INFO lain :  Polisi : Tak Ada Aktor Intelektual Kasus Selebaran di Blora

Seharusnya, keduanya pulang dari melaut pada Jumat (19/8) sekitar pukul 03.00 WIB, namun keesokan harinya belum pulang sehingga dilakukan pencairan ke berbagai tempat.

“Kami juga sudah menginformasikan hilangnya dua nelayan ke sejumlah komunitas nelayan di Kabupaten Batang, Pekalongan, dan Karimunjawa serta meminta bantuan Polda Jateng untuk melacak nomor telepon salah satu nelayan yang hilang tersebut. Ternyata tidak bisa dilacak karena teleponnya mati sejak awal,” ujarnya.

INFO lain :  Cabuli Bocah 7 Tahun hingga Lukai Kemaluan Korban

Untuk itu, dia berharap, para nelayan untuk selalu membawa jaket pelampung dan alat komunikasi guna memudahkan pelacakan ketika terjadi sesuatu di laut. Perbekalan juga harus dipastikan tersedia cukup dan lapor ketika hendak melaut.

Sumber Antara