Boy menyebutkan untuk Jawa Tengah ada sekitar 30 sampai 40 eksnapiter akan bergabung dalam KTN di Bansari ini, yang tersebar di wilayah pantura, Solo Raya dan sekitarnya.
Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Supriyanto menyampaikan KTN merupakan bentuk penanggulangan tindak terorisme dengan mengedepankan peningkatan kapasitas ekonomi, edukasi, dan membuka ruang usaha.
Kegiatan ini sejalan dengan program yang dikembangkan oleh Kementerian LHK, salah satunya adalah perhutanan sosial, di mana masyarakat di sekitar kawasan hutan itu diberikan akses kelola untuk tujuan menumbuhkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, ketahanan pangan, mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan serta menanggulangi konflik lahan.
Presiden Joko Widodo telah menargetkan 12,7 juta hektare yang bisa diberikan kepada 25.863 desa di sekitar kawasan hutan untuk kelompok masyarakat. Bagi kelompok penerima, harus mengelola dengan tata kelola yang seimbang antara ekonomi, ekologi, dan sosial untuk tujuan kesejahteraan.
Menurut Bambang dari 12,7 juta hektare tersebut, baru 5,02 juta hektare yang didistribusikan, jadi masih ada 7,7 juta hektare yang bisa didistribusikan kepada masyarakat.
Presiden tidak hanya mendistribusikan akses kepada kelompok masyarakat, tetapi yang paling penting bagaimana transformasi pengetahuan lokal dengan kearifan lokal itu mempunyai peluang yang kompetitif di bidang usahanya.
Pendampingan dalam program perhutanan sosial meliputi tiga pilar, yaitu kelembagaan, tata kelola hutan, dan tata kelola usaha.
Kementerian LHK akan terus berkomitmen untuk mendukung kerja terintegrasi antarkementerian dan lembaga khususnya dengan BNPT tidak lain untuk tujuan mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera.
Warung NKRI
Selain meresmikan KTN, Kepala BNPT Boy Rafli Amar juga meresmikan Wadah akur rukun usaha nurani gelorakan (Warung) NKRI yang terletak di lokasi objek wisata Embung Bansari.
Menurut Boy, di warung kecil itu bisa dilakukan obrolan kebangsaan, walaupun tempatnya tidak besar tetapi diharapkan mampu menghadirkan entitas atau komunitas generasi muda yang ada di Temanggung.
Hal ini merupakan bagian kontra narasi terhadap ideologi terorisme, karena ideologi terorisme membenci negara, jadi dia mengajarkan anak bangsa ini untuk membenci bangsanya sendiri, contohnya bangsanya sendiri dibom, diserang, disakiti.
Melalui warung NKRI ini diharapkan narasi-narasi kecintaan terhadap bangsa dan negara ini akan tumbuh di kalangan generasi muda.















