Kabupaten Banyumas Mulai Uji Coba Lima Hari Sekolah

oleh

“Mungkin saja (dialihkan ke hari Sabtu, red.), tinggal pengaturannya di sekolah dan disepakati oleh orang tua siswa,” kata Irawati.

Dalam kesempatan terpisah, budayawan Ahmad Tohari mengatakan dengan adanya kebijakan lima hari sekolah bagi siswa SD akan memunculkan budaya baru karena ibu-ibu harus menyiapkan bekal bagi anak-anaknya, namun hal itu tidak terlalu menjadi masalah.

Selain itu, kata dia, sekolah pun harus memfasilitasi anak-anak yang sudah wajib menjalankan ibadah Shalat Zuhur.

INFO lain :  Investasi di KIT Batang Tembus Rp4,9 Triliun

“Saya kira nanti akan berjalan seperti biasa ketika sudah dilalui,” kata penulis novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk itu.

Kendati demikian, dia mengatakan ada masalah yang harus dipikirkan bersama karena dengan lima hari sekolah, anak-anak akan sepenuhnya berada di rumah pada hari Sabtu.

INFO lain :  Tukang Becak di Tegal Diduga Cabuli Dua Bocah dengan Iming- Iming Rp 15 Ribu

“Nah itu mau apa dia di rumah, rasanya tidak akan belajar,” kata budayawan asli Banyumas itu.

Ia mengatakan saat sekarang sedang terjadi gelombang penggunaan gawai yang cukup tinggi di kalangan anak-anak.

Terkait dengan hal tersebut, pria yang akrab disapa Kang Tohari itu, mengaku khawatir anak-anak akan semakin intensif menggunakan gawai pada hari Sabtu saat mereka libur sekolah.

INFO lain :  Tegal Rawan Bencana, Simulasi Penangulangan Digelar

“Ini harus dipikirkan oleh orang tua, bagaimana agar pada hari Sabtu anak-anak tidak terlalu tidak terlalu terikat pada HP (gawai, red.) karena dampak negatifnya juga, dampak sosialnya juga ada,” kata dia.

Sumber Antara