Indonesia Kekurangan 160 Ribu Dokter, Nadiem-Budi Sepakat Tambah Kuota Mahasiswa FK

oleh
Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sepakat untuk meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa program studi Kedokteran.

Kesepakatan itu ditandai dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Peningkatan Kuota Penerimaan Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran, Program Dokter Spesialis dan Penambahan Program Studi Dokter Spesialis Melalui Sistem Kesehatan Akademik/ Academic Health System (AHS).

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan, kerja sama dilakukan sebagai upaya mengakselerasi peningkatan kapasitas dan kualitas Fakultas Kedokteran, serta menghasilkan dokter dan dokter spesialis yang dapat memperkuat layanan kesehatan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan kebijakan SKB terkait AHS ini berdasarkan prioritas kebutuhan jenis serta jumlah dokter dan dokter spesialis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

INFO lain :  Gerak Cepat Aparat Tangkap Teroris Ketimbang Kasus Harun Masiku

“Kemendikburistek bersama Kementerian Kesehatan akan mengedepankan kolaborasi Perguruan Tinggi, Rumah Sakit Pendidikan, wahana pendidikan, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyinergikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan,” ujar Nadiem dalam sambutannya pada penandatanganan SKB di Kementerian Pendidikan pada Selasa, 12 Juli 2022.

Dengan disahkannya SKB ini, Kementerian Pendidikan berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan dosen yang berasal dari Rumah Sakit Pendidikan dengan berbagai inisiatif. Inisiatif tersebut antara lain mengupayakan percepatan pengusulan Nomor Induk Dosen Kedokteran (NIDK); memberikan penugasan dan bimbingan teknis kepada perguruan tinggi yang diberi tugas membuka program studi baru dokter spesialis; hingga memberikan beasiswa LPDP untuk mahasiswa program dokter spesialis.

INFO lain :  Kreativitas Jadi Senjata Pamungkas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan enam transformasi layanan kesehatan yang dilakukan Kemenkes, yaitu  transformasi layanan primer, layanan rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

Sementara itu, menurut dinas kesehatan, Indonesia baru memiliki 110 ribu dokter sehingga butuh 160 ribu lulusan kedokteran dari 92 Fakultas Kedokteran. Untuk mencapai ini kita butuh 14 tahun,” kata Budi.

Melalui penerbitan SKB ini, Budi meyakini kebutuhan SDM kesehatan di Indonesia bisa terpenuhi. “Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bukan hanya untuk kita, tapi untuk  generasi muda Indonesia,” ujar Menkes.