“Jangan lupa UGM juga telah menyiapkan Unit Layanan Terpadu (ULT) yang akan cepat merespons laporan yang masuk terjadinya kekerasan seksual di kampus,” kata Ova.
Diharapkan Tak Ada Kekerasan Saat KKN
Sementara Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Irfan D. Prijambada menjelaskan UGM akan memberangkatkan sebanyak 6.250 mahasiswa KKN pada tanggal 25 Juni mendatang. Mahasiswa tersebut akan diterjunkan di 28 provinsi, 85 kabupaten dan 197 kecamatan.
Melalui pembekalan atau sosialisasi UGM sebagai kampus anti kekerasan diharapkan tidak ada tindak kekerasan dalam berbagai bentuk selama KKN. Sebelumnya, dikatakan Irfan, pihaknya telah mendirikan crisis center KKN bagi mahasiswa.
“Sejak ada KKN di UGM sudah ada crisis center sebagai layanan untuk melaporkan hal-hal kedaruratan saat KKN,” tuturnya.
Ketua Health Promoting University UGM Yayi Suryo Prabandari menyampaikan UGM pada tahun 2019 telah mendeklarasikan diri sebagai kampus sehat baik secara fisik, mental, maupun sosial. Terdapat delapan kegiatan utama dari program kampus sehat ini, salah satunya adalah zero tolerance kekerasan, perundungan dan pelecehan.
Program lainnya adalah literasi kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta lingkungan hiudp sehat, aman, dan ramah difabel.
Sumber Tempo
















