Ridwan Kamil sedang berada di Inggris saat kejadian itu. Dia disebut tengah melakukan kunjungan kerja. Ridwan pun langsung terbang ke Swiss begitu mendengar kabar putranya hanyut di Sungai Aare.
Pencarian selama 14 hari sempat terkendala masalah cuaca buruk. Otoritas Bern disebut tak bisa menurunkan pasukan penyelam karena kondisi arus yang kencang dan air Sungai Aare yang kurang jernih. Alhasil, pencarian jenazah Eril dilakukan dengan metode menyisiri sungai menggunakan perahu.
Sumber Tempo
















