Ia mengatakan jika persoalan tersebut bisa diatasi, kegiatan membaca sudah tumbuh, maka masyarakat, khususnya para penulis, harus lebih giat menulis.
“Dan jangan lupa pemerintah. Pemerintah harus punya perhatian terhadap kehadiran dunia sastra,” katanya.
Ia menilai perhatian pemerintah terhadap dunia sastra masih kurang, bahkan salah dalam memberikan pelajaran Bahasa Indonesia.
“Yang benar itu, pelajaran Bahasa Indonesia di SMP dan SMA atau mahasiswa dimulai dengan pelajaran Sastra Indonesia, bukan dengan pelajaran tata bahasa, bukan dengan awalan dan akhiran, tapi tentang kesastraan,” katanya menegaskan.
















