Tradisi kuno yang juga disebut selamatan giling ini, merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud atau tanda PG Rendeng telah siap melaksanakan pekerjaan besar, yakni giling tebu.
Seperti halnya musim giling sebelumnya, sebelum acara puncak selamatan digelar ziarah ke Makam Sunan Kudus dan Makam Mbah Juwero Musa karena dianggap memiliki kedekatan dengan keberadaan PG Rendeng Kudus.
Kegiatan lainnya, yakni memberikan santunan kepada anak yatim dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar Selasa (10/5) dengan lakon “Gatut Kaca Wisuda Ratu”.
Tradisi Yang Dinanti
Meskipun tradisi temanten tebu menjadi hal biasa, namun masyarakat sekitar banyak yang menyaksikan ritual yang digelar di setiap akan memasuki musim giling di PG Rendeng.
Salah seorang warga Kecamatan Kota, Kudus, Giyanti mengakui ritual selamatan yang sudah ada sejak pabrik ini berdiri, memang selalu dinantikan warga karena tergolong unik dan hanya bisa dilihat setiap akan memasuki musim giling tebu di PG Rendeng.
Di samping sebagai ajang hiburan juga bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan kembali berproduksi, maka para pegawai PG Rendeng kembali bekerja dan mereka tentunya akan turut meramaikan warung makan serta toko kelontong.
Bahkan, kata dia, dirinya salah satu warga yang berharap PG Rendeng kembali produksi seperti sebelumnya, karena dirinya juga memiliki warung makan yang sebelumnya memang ramai dikunjungi para pegawai PG Rendeng.
Wiyono, yang juga Ketua Serikat Perkebunan Nusantara IV mengakui tradisi temanten tebu ini memang tidak bisa dihilangkan karena sudah menjadi spirit tersendiri bagi para pekerja.
Untuk itu, para pekerja juga meyakini ritual tersebut bisa memberikan motivasi dan ketenangan para pegawai dalam bekerja karena sudah diawali dengan kegiatan keagamaan yang dipadu dengan adat jawa seraya memohon doa kepada Tuhan agar musim giling tahun ini berjalan lancar dan aman.
Pada musim giling tahun ini, PG Rendeng Kudus menargetkan target tebu yang akan digiling sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebanyak 270.000 ton tebu. Sedangkan pelaksanaannya dimulai tanggal15 Mei hingga pertengahan Agustus 2022.
Bahan baku tebu berasal dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang dengan target luas areal tanaman tebu sekitar 4.000 hektare.
Target pencapaian rendemen tebu pada periode giling tahun ini, diharapkan bisa mencapai 7,01. Sedangkan kapasitas giling PG Rendeng setiap harinya mencapai 2.500 ton tebu atau setara 425 truk per hari.