Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak dan minyak goreng menjadi salah satu penyebab utama terjadinya inflasi di April 2022.
“Kenaikan harga BBM dan minyak goreng masing-masing memberi kontribusi 0,30 dan 0,23 persen terhadap inflasi Jawa Tengah,” katanya.
Inflasi yang terjadi di bulan Ramadhan tersebut lebih tinggi jika dibanding Maret 2022 yang mencapai 0,75 persen.
Ia menuturkan inflasi terjadi di enam kota lokasi survei indeks harga konsumen di Jawa Tengah.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap yang mencapai 1,68 persen.
Sementara itu inflasi terendah terjadi Kota Semarang dengan 0,86 persen.
Inflasi yang terjadi di Jawa Tengah tersebut tertahan penurunan harga sejumlah komoditas saat bulan ramadhan tahun ini, seperti harga cabai, beras dan bawang merah.
















