100 Orang Ikuti Kirab Boyong Kedhaton Keraton Surakarta

oleh

Solo – Sebanyak 100 orang terlibat dalam Kirab Boyong Kedhaton Keraton Surakarta yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Surakarta, Kamis (17/2/2022).

Pergelaran yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut diawali dengan kirab dari Benteng Vastenburg menuju Halaman Balai Kota Surakarta.

Selanjutnya, para peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok menampilkan berbagai tarian yang menceritakan tentang proses perpindahan tersebut.

Selain itu, ada pula prajurit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat lengkap dengan senjata mengikuti kirab. Selanjutnya, ada sembilan wanita yang masing-masing membawa tampah berisi berbagai jenis bubur.

INFO lain :  Kepala Pabrik Sosis PT So Good Food Dijerat Kasus Air

Menurut kisah, ada sebanyak 21 jenis bubur yang mengiringi perpindahan keraton pada masa lampau. Bubur-bubur ini memiliki filosofi masing-masing yang menceritakan tentang perjalanan hidup manusia.

Selanjutnya, bubur dibagikan kepada para pejabat yang hadir pada acara. Untuk penampilan kirab sendiri berlangsung selama satu jam dan diselenggarakan secara sederhana.

INFO lain :  Gibran Mengaku Menerima Sejumlah Instruksi dari Presiden Jokowi

Terkait kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa berharap meski kondisi saat ini masih di tengah pandemi COVID-19 kegiatan tersebut dapat meningkatkan sektor pariwisata di Kota Solo.

“Jadi yang sudah dirancang tetap kami lakukan dalam rangka hari jadi Kota Solo, perpindahan dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta ini kan sejarah. Sependek apapun (durasi penampilan) tetap kami lakukan,” katanya.

INFO lain :  Guru SD di Boyolali Jadi Kurir Narkob

Ia berharap jika situasi sudah lepas dari pandemi COVID-19 agenda kirab tersebut bisa mendatangkan banyak wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara.

“Harapannya ke depan mungkin kalau kita sudah tidak pandemi, ini bisa jadi agenda pariwisata Solo. Ke depan kami rancang sedemikian rupa agar didatangi wisatawan asing juga,” katanya.

Sumber Antara