Brebes – Sejumlah anak laki-laki di Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban pelecehan seksual dengan disodomi. Semua korban dari para pelaku adalah anak laki-laki yang masih di bawah umur.
Kasus ini terjadi di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pelakunya adalah Agung Setiawan (22) warga Desa Cinanas, RT 01 RW 03, Kecamatan Bantarkawung.
Aksi sodomi ini terungkap pada 8 Oktober 2021 lalu dan baru dilaporkan ke polisi pada 10 Januari 2022.
Pencabulan diketahui setelah para orang tua bersama korban melapor untuk meminta pendampingan hukum.
Laporan tersebut dilayangkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes.
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto melalui Wakapolres Brebes Kompol Arwansa mengatakan pelaku adalah pelatih sepak bola di Kecamatan Paguyangan yang kini sudah mendekam di Rutan Mapolres Brebes.
Kompol Arwansa menuturkan korban merupakan anak didiknya yang berjumlah tujuh anak laki-laki di bawah umur.
Wifi Gratis
Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan Wifi gratis dan meminjamkan gawai untuk mabar (main bareng) gim daring di tempat tinggal pelaku.
“Pelecehan seksual dilakukan pelaku saat para korban bermain gim. Saat main gim daring itulah, pelaku melakukan aksinya,” ungkap Kompol Arwansa dalam keterangan pers di Mapolres Brebes, Jumat (4/2).
Semua korban aksi pencabulan merupakan anak laki-laki yang berusia 8 sampai 11 tahun. Mereka disodomi secara bergantian di waktu yang berbeda. Pelaku memasukkan alat itunya ke bagian belakang korban.
Pelaku kemudian mengulum satu korban lainnya. Sedangkan lima anak lainnya diremas alat itunya oleh pelaku.
“Barang bukti ada tujuh stel pakaian korban dan hasil visum dari korban, serta surat keterangan psikologi korban. Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, apakah ada korban lain atau tidak,” tutur Arwansa.
Sumber JPNN
















