Putusan Perkara Korupsi Dishub Kota Semarang, Rusti Yuli Andayani Diganjar 6 Tahun Penjara

oleh -6 views

Semarang – Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan putusan 6 tahun penjara terhadap Rusti Yuli Andayani binti alm. Soekandar (56), mantan Bendahara Penerima Pembantu Dishub Kota Semarang periode 2017 dan 2018.

Warga Jl. Mandasia II No. 342 Perumnas Krapyak Kec. Semarang Barat Kota Semarang juga dijatuhi denda Rp 400 juta subsidair 2 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti Rp 1,532 miliar subsidair 2 tahun.

Putusan nomor 37 /Pid.Sus-TPK/2021/PN. Smg. Putusan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang, pada Senin, tanggal 11 Oktober 2021 sore terdiri A.A. PT Ngr Rajendra (ketua), Edy Sepjengkaria dan Margono (anggota).

“Menyatakan Terdakwa Ruati Yuli Andayani binti (Alm) Soekamdar tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi Secara Berlanjut sebagaimana dalam dakwaan Kesatu Primair. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sejumlah Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Menghukum Terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah sebesar Rp.1.532.263.444 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata majelis hakim dalam amar putusannya.

Rusti dinilai majelis hakim bersalah melakukan korupsi sesuai dakwaan kesatu primair melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, JPU menuntut agar Rusti Yuli dipidana 5 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti Rp 1.532.263.444 subsidair 2 tahun dan 6 bulan.

Bersalah Melakukan Korupsi

Selaku Bendahara Penerima Pembantu Dishub Kota Semarang periode 2017 dan 2018, Rusti dinilai telah melakukan penyetoran dana KIR ke kasda tidak sesuai dengan pendapatan yang sebenarnya. Terungkap dalam fakta persidangan dokumen STS Asli Dishub Kota Semarang yang terdakwa tanda tangani yang mendapatkan persutujuan Suyatmin dari Januari 2017 sampai September 2017 dan Agung Meidri Haryono sejak Oktober 2017 sampai tahun 2018, Laporan B IX BPKAD Kota Semarang dan Rekening koran Bank Jateng dicocokan dengan data yang tersimpan di Server Dishub Kota Semarang dan laporan persediaan dan pengeluaran barang berharga milik daerah berupa Plat Uji, Buku Uji dan stiker terdapat selisih bayar.

Pada tahun 2017 dan 2018 terdapat selisih untuk tahun 2017 sebesar Rp 863.578.550 dan tahun 2018 terdapat selisih Rp. 890.475.230.

Terdakwa Rusti telah membuat Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor TA 2017 dan 2018 yang tidak sesuai dengan nilai realisasi penerimaan yang sebenarnya dan terlambat menyetorkan retribusi ke rekening Kas Daerah. Ia tidak menyetorkan uang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor TA 2017 dan 2018 senilai Rp1.652.622.340 ke Kas Daerah dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

“Majelis menilai bahwa atas perbuatan Terdakwa yaitu memperkaya dirinya sendiri yaitu sebesar Rp1.652.622.340,” kata hakim.

(rdi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.