3 Dosen Meninggal Terpapar Corona, UNS Lockdown

oleh -49 views

Solo – Suasana duka menyelimuti Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Setidaknya dalam dua hari ini, ada tiga orang dosen UNS meninggal dunia dalam kondisi terpapar virus Corona atau COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNS Jamal Wiwoho saat membuka acara doa bersama untuk tiga dosen tersebut. Acara doa bersama digelar secara daring malam ini.

“UNS berduka, setidak-tidaknya dua hari kemarin dan hari ini kehilangan dosen-dosen kami, sahabat-sahabat kami, orang terbaik kami yang ada di UNS,” kata Jamal dalam sambutannya, Kamis (17/6/2021).

Ketiga dosen tersebut adalah dr Muhammad Arif Taufiqurrahman dari Fakultas Kedokteran, Didiek Sri Wahyono dari Fakultas MIPA dan Medianto dari Fakultas Teknik. Jamal menyebut COVID-19 adalah penyebab ketiganya berpulang.

“COVID telah merenggut nyawanya. COVID telah memisahkan mereka bertiga dengan kita. Dan COVID telah memberikan pelajaran untuk selalu hati-hati. Kita doakan bersama-sama,” ujar dia.

Dalam acara tersebut, Jamal mengatakan merasa kehilangan dengan kepergian tiga dosen itu. Sebab ketiganya memiliki kenangan tersendiri bagi Jamal dan civitas akademika UNS lainnya.

“Dari dr Muhammad Arif Taufiqurrahman, dosen hebat, dosen baik, dosen yang amat menyenangkan sekaligus dia sering menghiasi layar televisi, suaranya hebat. beliau dosen Fakultas Kedokteran,” kata Jamal.

“Bapak Didik Sri Wahyono, ST, MT, dosen yang saat ini belajar atau tugas belajar S3 di Inggris. Dia juga aktivis keagamaan yang luar biasa. Beliau ketua cabang NU di Inggris. Kapasitas beliau sebagai intelektual muda tidak diragukan lagi. Banyak menginspirasi anak muda untuk kuliah di luar negeri, menginspirasi untuk melakukan riset dan publikasi,” imbuh Jamal.

“Ketiga, Ir Medianto MT. Pak Medi dosen hebat di Fakultas Teknik, energik, menginspirasi dosen muda. Tiga dosen terbaik ini telah meninggalkan kita bersama dengan sejuta kenangan yang menginspirasi,” katanya.

Pembatasan Kegiatan

Dikonfirmasi secara terpisah, Jamal mengatakan akan melakukan pembatasan aktivitas secara ketat di UNS pada 18-25 Juni 2021. Hanya civitas akademika dengan urusan urgen yang diperbolehkan masuk.

“Iya betul, pembatasan aktivitas tanggal 18-25 Juni. Pokoknya hanya yang penting-penting saja yang bisa masuk,” kata Jamal kepada wartawan melalui telepon.

Menurutnya, aktivitas di kampus sudah sekitar satu bulan sepi karena masa libur kuliah. Dia memastikan penularan COVID-19 tidak mungkin terjadi karena kuliah tatap muka yang sedang diuji coba oleh UNS.

“Tidak mungkin terpapar karena pembelajaran percobaan (tatap muka). Karena percobaannya kan April, Mei sudah libur lebaran. Kita selanjutnya melakukan tracing,” imbuhnya.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.