Klaster Takziah di Sragen, 38 Positif Corona dan 1 Meninggal

oleh -112 views

Sragen – Kasus positif virus Corona atau COVID-19 yang bersumber dari klaster layatan (takziah) muncul di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah.

Tak kurang 38 warga dinyatakan positif Corona, dan satu warga meninggal dunia dalam kondisi terpapar COVID-19.

“Awalnya ada satu warga yang meninggal karena sakit, saat itu ada keluarganya datang dari Brebes dan Jakarta, termasuk di situ ada warga dan tetangga yang melayat. Kemudian 22 April, salah satu warga yang melayat ini meninggal dalam kondisi positif COVID, dimakamkan dengan protokol kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Sabtu (1/5/2021).

Hargiyanto mengatakan, kuat dugaan warga meninggal positif COVID-19 ini terpapar saat melayat atau takziah. Pasalnya, di saat bersamaan ada puluhan yang mengeluhkan gejala mengarah Corona.

“Iya (klaster layatan), saat layat itu (terpapar), karena ada keluarga dari luar kota yang datang. Apalagi selain warga yang meninggal positif COVID tersebut, di saat bersamaan ada 20 warga yang mengeluhkan gejala ringan seperti tidak bisa membaui,” terangnya.

Selang sehari, DKK langsung melakukan tracing kepada warga yang sempat melayat. Hasilnya ada 30 warga yang dites swab PCR oleh petugas.

“30 warga kita tes (swab) PCR di lokasi, hasilnya 17 orang positif,” kata Hargiyanto.

Dari hasil tersebut, petugas kemudian melakukan tracing lanjutan kepada warga yang melakukan kontak erat. Hasilnya, 80 orang dilakukan tes swab PCR, Rabu (28/4).

“Dari 80 warga yang kita swab (PCR) ini, hasilnya keluar Jumat (30/4), ada tambahan 21 warga yang positif,” kata dia.

Sehingga, lanjut Hargiyanto, total warga yang positif Corona menjadi 38 warga, dan satu lainnya meninggal. Atas kondisi ini, DKK Sragen merekomendasikan untuk melakukan lockdown tingkat RT di lingkungan warga terpapar.

“Ada dua RT yang dilockdown sementara selama 10 hari terhitung sejak tes swab PCR kedua, Rabu (28/4). Kondisi warga positif saat ini baik, kita awasi terus perkembangannya,” ucap Hargiyanto.

Hargi menyebut, pihaknya tidak mengadakan melakukan tracing lanjutan. Pasalnya, seluruh warga di kedua RT tersebut sudah dites.

Untuk mencegah penularan lagi, warga yang sedang dilockdown ini dipisah antara warga sehat dengan yang terpapar.

“Hari ini tadi kita pisahkan antara yang sehat dengan yang terpapar. Sembari satu atau dua hari sekali bidan desa mengenakan APD lengkap akan mendatangi mereka yang positif untuk memastikan kondisinya membaik,” pungkasnya.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.