MAGELANG – Klaster keluarga menempati peringkat teratas kasus COVID-19 di Kabupaten Magelang.
Kondisi ini salah satunya dipicu, mereka yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri sebagai orang tanpa gejala (OTG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastutimengatakan dari sisi jumlah memang kasus konfirmasi di Kabupaten Magelang tinggi karena Satgas COVID-19 aktif melakukan tes usap masif dan juga pelacakan kontak erat.
“Kemudian dari tingkat kesembuhan kita juga sangat tinggi di atas rata-rata Jateng, kemudian angka kematian kita juga rendah,” ujarnya, Selasa (29/12).
Retno menyampaikan problemnya untuk Kabupaten Magelang memang pada klaster keluarga. Sebagian besar mereka menjalani isolasi mandiri.
“Harapannya kualitas isolasi mandiri mari kita tingkatkan, baik bagi individu yang terkonfirmasi anggota keluarganya maupun lingkungan terdekatnya, yaitu peran aktif dari jogo tonggo,” katanya.
Dia menuturkan klaster keluarga bisa dari pelaku perjalanan atau perkantoran, karena kontak erat bisa saja terjadi di mana pun.
Terkait dengan persediaan tempat tidur bagi pasien COVID-19, Retno menyampaikan ada penambahan tempat tidur di RS Merah Putih, yakni dari 35 tempat tidur menjadi 67 tempat tidur.
“Pemkab Magelang juga tengah menyiapkan beberapa lokasi untuk karantina bagi mereka yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah, antara lain di Puskesmas Pembantu Gulon,” tandasnya. (ela)
















