Dia mengemukakan, alasan merekrut anggota dari kalangan muda karena mereka merasa geram dengan masyarakat yang belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal membuang sampah pada tempatnya adalah tindakan sederhana. Maka pemuda pun bergerak untuk peduli gerakan tersebut.
“Termasuk mengapa kita memberikan beasiswa pendidikan kepada anak SMA. Karena kita ingin agar mereka dari SMA berpikir untuk mencintai lingkungan,” kata Faesal.
Jumlah sampah yang terkumpul biasanya dijual sebulan sekali. Dengan jumlah sampah yang dikumpulkan, seperti minyak jelantah 100 kg, dan sampah lainnya hampir 200 kg.
Di Hari Sumpah Pemuda, dia berharap semakin banyak pemuda yang peduli lingkungan. Setidaknya hal itu akan membuat Kudus lebih bersih. Bahkan, sebagai anak muda dia mengajak agar pemuda melakukan apa yang bisa dilakukan.
“Tidak usah menunggu hal lain. Lakukan sebisa mungkin, walaupun ada keterbatasan,” pesannya. (udi)















