“Saya memikirkan alasan yang mendorong saya masuk ke politik dan karena itulah, kami telah mendapatkan kepercayaan dari para pemilih,” ujar Marin.
Sebagai ibu dari seorang anak perempuan yang berusia dua tahun, Marin mengaku bahwa perannya dalam mengasuh anak tidak akan mengganggu kemampuan dan performanya dalam menjalankan peran sebagai perdana menteri.
“Ketika situasi ini datang dengan mengejutkan, sungguh menenteramkan bahwa suami saya mengirim pesan kepada saya, mengatakan bahwa ia dan ibu saya telah memikirkan bagaimana mereka akan menangani masalah praktis terkait dengan pengasuhan anak,” terang Marin. (inf)
















