Emoh Dukung Anak Pedangdut, Kader Kuning Pilih Petahana

oleh
oleh

PEKALONGAN – Sejumlah pengurus dan kader Partai Golkar di Pekalongan ramai-ramai mengikuti deklarasi mendukung pasangan calon bupati petahana Asip Kholbihi di Pilbup Pekalongan 2020.

Padahal DPP Partai Golkar sudah memberikan rekomendasi untuk putri pedangdut A Rafiq, Laila Faida Elfouz yang juga Ketua DPD Golkar Pekalongan. Kenapa?

Deklarasi ini digelar di aula warung makan Tirta Alam, Pekalongan, Rabu (23/9). Salah satu yang mengikuti deklarasi tersebut, yakni Sofyan Waluyo. Sofyan merupakan mantan wakil DPD Golkar periode 2000-2015.

INFO lain :  Aturan Ketat bagi Pendaki Gunung Sindoro

“Yang hadir hari ini adalah pengurus struktural Golkar, mantan pengurus partai Golkar yang dihabisi oleh Fadia kemudian para pengurus PK (Kecamatan) dan desa, yang hadir ini kira-kira 150 lebih,” kata Sofyan Waluyo.

Sofyan menyebut deklarasi ini disebut Kuning Pasti. Deklarasi ini diklaim sebagai dorongan dari para tokoh senior dan dukungan dari pengurus struktural Golkar Pekalongan yang mendukung Asip Kholbihi dan Sumarwati.

INFO lain :  Afif-Albar 269.789 Suara, Kotak Kosong 153.605

“Biarkan gerbong Golkarnya ditumpangi oleh Fadia, tapi penumpangnya kita akan eksodus memberikan dukungan pada pasti untuk memenangkan Pilkada Asip Kholbihi-Sumarwati,” tambahnya.

Sofyan menyebut munculnya nama Fadia di bursa Pilbup Pekalongan tanpa konsolidasi dengan para kader di akar rumput. Sehingga banyak kader yang memutuskan untuk membelot dari rekomendasi partai berlambang beringin ini.

“Munculnya seorang Fadia selaku Ketua DPD Golkar mencalonkan bupati di Pekalongan tanpa ada woro-woro (pengumuman). Artinya apa, kader Golkar seperti ditinggalkan begitu saja,” katanya.

INFO lain :  Sunan Kuning Ditutup Agar Warga Binaan Berhijrah

Pihaknya pun mantap soal keputusannya membelot dari rekomendasi partai ini. Sofyan justru mempertanyakan konsekuensi apa yang bakal dijatuhkan ke para pengurus maupun kader yang membelot ini.

“Selama ini kita tidak diurusin. Jadi kenapa kita harus berpikir konsekuensi. Kalau selama ini ada konsolidasi, pembinaan barang kali kita masih pikir-pikir,” jelasnya.

Sumber : detik