Petugas Medis Tak Tolong Persalinan. Kinerja Puskesmas Perlu Pengawasan Ketat

oleh
oleh

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mengawasi kinerja Puskesmas dengan lebih ketat.

Desakan dari wakil rakyat itu muncul setelah viralnya kejadian seorang ibu menjalani proses persalinan tanpa pertolongan petugas medis di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Jepara.

“Kami meminta DKK benar-benar mengawasi kinerja puskemas di Jepara. Terutama dalam pelayanan yang prima,” kata Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat, Jumat (18/9).

Dirinya mengaku telah menghubungi DKK Jepara. Hasilnya, pihak DKK dan Puskesmas Pakis Aji langsung menemui keluarga korban untuk menjalin mediasi dan permintaan maaf. Meski begitu, kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali.

INFO lain :  Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah Naik 0,8 Persen per-Tahun

“Kejadian seperti ini tidak boleh ada terus menerus. Pasien tidak boleh ditolak. Justru, petugas (medis) harus memberikan keterangan dan edukasi ke pasien,” katanya.

Dia juga meminta, agar pasien maupun masyarakat tak takut melaporkan jika ada pelayanan yang tidak semestinya diberikan petugas medis. Baik itu di puskemas, maupun rumah sakit milik pemerintah atau swasta.

INFO lain :  Bea Cukai Andalkan Anjing Endus Narkoba

“Masyarakat bisa memanfaatkan media yang sudah ada. Misal lewat Lapor Bupati. Atau juga bisa dilaporkan langsung ke kami anggota DPRD. Kami akan langsung menegur pemerintah daerah,” imbuh Hidayat.

Sebelumnya, seorang ibu melahirkan tanpa bantuan petugas medis ini dibagikan oleh warga melalui akun Facebook bernama Nia Kumala Sari di grup MIK Jepara Official (Media Komunikasi Kota Jepara). Kejadian ini mendapat lebih dari 3.000 komentar. Namun kini, postingan itu telah dihapus setelah adanya mediasi oleh pihak DKK.

INFO lain :  Gudang Mebel Ludes Dilalap Api di Brebes. Diduga Akibat Pembakaran Sampah

Kepala DKK Jepara Mudrikatun mengakui adanya kejadian ini. Pada Selasa (15/9) lalu pihaknya langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi kedua belah pihak. Masalah ini pun disebut telah terselesaikan dengan baik.

“Kami sudah melakukan kroscek dan klarifikasi dengan kedua belah pihak bersama tim dari desa, dan puskesmas. Termasuk bidan yang bersangkutan. Kami sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan dari kami,” tandasnya.(aro)