Gara-Gara Tikus, Korban Tewas Senjata Makan Tuan Terus Beejatuhan

oleh
oleh

SRAGEN – Korban meninggal dunia akibat jebakan tikus beraliran listrik di Kabupaten Sragen, terus berjatuhan.

Kali ini, korban bernama Prapto Wiyono alias Banjir,(66). Korban yang juga pemasang jebakan tikus di temukan dalam keadaan meninggal di tempat kejadian persawahan Dukuh Bulakrejo, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (29/7).

Korban mengalami luka goresan bakar pada telapak kaki kanan bagian dekat ibu jari, diduga akibat tersetrum.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menerangkan, korban di temukan anak kandungnya dalam keadaan meninggal dunia tergeletak di area sawah miliknya.

“Semula korban berpamitan kepada keluarganya, hendak memasang jebakan tikus beraliran listrik tersebut pukul 18.30 WIB,” katanya.

INFO lain :  Patroli ke Minimarket dan Toko Emas Cantik

Lantaran ada tamu, anak korban kemudian menyusul ayahnya untuk memberitahukan kabar adanya tamu tersebut. Sesampai di sawah, ia melihat ayahnya tergeletak di sawah, dalam kondisi sudah meninggal tergeletak, didekat kawat jebakan tikus, yang di pasangnya menggunakan tenaga genset berkekuatan 220 volt berdaya 3200 watt.

Banyaknya korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus, menjadikan perhatian tersendiri bagi jajaran kepolisian. Selama ini, pihaknya sudah melakukan himbauan untuk tidak melakukan pembasmian tikus dengan menggunakan kawat beraliran listrik.

Dari memasang papan himbauan, sampai dengan mengerahkan Bhabinkamtibmas langsung ke persawahan menghimbau para petani tidak membasmi tikus dengan kawat beraliran listrik sudah di lakukannya.

INFO lain :  Buruh Minta Gubernur Ajukan Usulan Penghitungan Upahnya ke Menaker

AKBP Raphael melalui Kasat Binmas mengutarakan, juga sudah melakukan tindakan secara langsung membasmi tikus dengan cara melakukan gropyokan tikus, bersama sama para petani serta menggandeng Babinsa.

“Hasilnya cukup efektif, banyak tikus yang mati, “ tuturnya.

Namun beberapa petani justru memilih jalan yang menurut mereka lebih efektif, tapi tidak memperhatikan segi keamanan dan keselamatan, dengan cara memasang kawat beraliran listrik di lokasi persawahan milik mereka.

“Sehingga apabila lengah akibatnya akan fatal hingga berakibat timbulnya korban jiwa,” bebernya.

INFO lain :  Remaja 18 Tahun Tewas Gantung Diri di Pabrik Kayu

Hal ini membuat angka kematian akibat tersebut jebakan tikus beraliran listrik terus bertambah.

Kasus ini sudah di tangani Polres Sragen, barangbukti berupa genset merk General warna biru dengan spesifikasi ukuran tegangan 220 Volt dan daya 3.200 Watt, seperangkat alat jebakan tikus yang terbuat dari kawat, pathok serta terminal listrik terdiri dari kabel, stop kontak, saklar MCB sudah diamankan.

Pihak Polres Sragen juga bakal meningkatkan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi, dan menimpa para petani di kabupaten Sragen.