KARANGANYAR – Seorang pendaki Gunung Lawu asal Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar Andi Sulistyawan, 18, ditemukan meninggal di Gegerboyo, Senin (6/7), pagi.
Pendaki yang terpisah dari rombongan itu semula dikira jatuh ke jurang. Namun, dikonfirmasi pendaki tersebut meninggal diduga karena hipotermia.
Komandan SRU Basarnas Pos SAR Trenggalek, Andris Dwi Prasetya, mengonfirmasi kabar ini.
Sebelumnya, Andi dilaporkan hilang dan terpisah dari rombongan saat berkemah bersama lima orang temannya di Hargo Dalem.
Rombongan terdiri dari enam orang, yakni lima orang lelaki dan seorang perempuan.
Mereka naik dari jalur pendakian Cemoro Sewu pada Sabtu (4/7) pukul 16.00 WIB. Mereka sampai Hargo Dalem pukul 22.00 WIB dan berkemah.
Mereka mendirikan dua tenda, yakni satu tenda berisi empat orang dan satu tendak berisi dua orang.
Minggu (5/7) dini hari, pendaki perempuan, Nur Hayati, hendak buang air kecil.
Dia membangunkan rekannya tetapi hanya Andi yang bangun. Andi bersedia menemani Nur buang air kecil di semak-semak.
Tetapi saat Nur selesai, dia tidak melihat Andi. Nur mengira di sudah kembali ke tenda. Keesokan hari, Andi tidak berada di tenda.
Seluruh rekan satu rombongan berupaya mencari di sekitar Hargo Dalem, Pasar Dieng, Hargo Tiling. Tetapi hingga pukul 13.00 WIB, Andi belum ditemukan.
Mereka memutuskan turun dan sampai di basecamp Cemoro Sewu dan melaporkan kejadian itu.
Pada Senin (6/7) pagi, sukarelawan menerima informasi penemuan jenazah di Gegerboyo. Informasi ditindaklanjuti dengan menerjunkan dua tim.
Mereka berangkat dari Cemara Kandang dan Cemoro Sewu. Tim lain diberangkatkan kemudian untuk mendukung proses evakuasi.
“Posisi pendaki meninggal diduga kedinginan [hipotermia] karena cuaca seperti ini. Dia tidak jatuh ke jurang. Tetapi posisinya masih bisa dijangkau. Ada di bawah jalan itu sekitar lima hingga tujuh meter. Jadi posisinya masih wajar,” kata Andris.
Andris menuturkan proses evakuasi terkendala cuaca dan medan cukup menyulitkan karena tertutup semak.
Sumber : solopos















