Serangan Babi Hutan Bikin Petani Kelimpungan

oleh
oleh

CILACAP – Serangan babi hutan pada tanaman pertanian di Desa Sarwadadi, Kabupaten Cilacap, membuat para petani kelimpungan.

Apalagi menjelang musim kemarau, serangan semakin parah dan berdampak lebih luas.

Seorang petani desa setempat Sugeng mengatakan babi hutan menyerang tiap tanaman, seperti ketela dan jagung.

“Babi hutan menyerang tanaman muda hingga siap panen. Serangan lebih parah di wilayah yang berimpitan dengan hutan,” ujarnya, Rabu (24/6).

INFO lain :  Kebakaran Lahap 3 Rumah Warga di Grobogan

Dia mengaku, beruntung lantaran yang diserang hanya sepertiga tanaman. Sugeng sendiri menanam jagung dan pisang di lahan seluas 1,5 hektare.

“Dengan ancaman dari babi hutan ini, saya kerap berjaga malam di gubuk untuk mengantisipasi serangan babi hutan,” sebutnya.

INFO lain :  Gegana Jateng Amankan Benda yang Diduga Granat di Temanggung

Menurut dia, banyak petani yang mengalami kerugian lebih besar, terutama yang enggan berjaga di kebunnya. Bahkan, ada yang seluruh tanamannya roboh lantaran diserang babi hutan. Akibatnya, banyak petani gagal panen.

Dia menduga serangan celeng ke lahan pertanian warga dipicu semakin langkanya makanan di hutan. Sebab, kebanyakan ladang yang diserang adalah lahan yang berimpitan dengan hutan. Serangan lebih parah di bagian yang berdekatan dengan semak belukar.

INFO lain :  3 Bidang Tanah Senilai Rp753 Juta Belum Dibayar

“Celeng itu bikin sarangnya di semak. Namanya sudung,” terangnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya sudah banyak pemburu babi hutan yang turun ke ladang. Akan tetapi, serangan tetap terjadi. Pasalnya, jumlah babi hutan yang berhasil ditangkap tak terlampau signifikan.(mht)