KUDUS – Kasus positif corona jenis baru (Covid-19) di Kabupaten Kudus, melonjak drastis.
Saat ini, jumlah terkonfirmasi positif totalnya 138 kasus, meliputi dari dalam wilayah 96 kasus dan luar wilayah 42 kasus.
Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, lonjakan temuan kasus Covid-19 ini karena adanya tes massal secara masif untuk mendeteksi warga yang terpapar virus corona. Terutama orang tanpa gejala (OTG).
“Jadi, jangan kaget dengan hal itu. Karena selain didukung penelusuran kontak erat dengan pasien positif Covid-19 juga didukung kepemilikan laboratorium pengujian spesimen ‘swab’ (usap) tenggorokan untuk menguji ada tidaknya penyakit virus corona ini,” ujarnya, Selasa (16/6).
Menurut dia, semakin luas tes usap yang dilakukan, maka semakin cepat penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus.
Sebab semua sudah melewati tes virus corona sehingga yang dinyatakan terpapar bisa langsung ditangani.
Bagi warga yang negatif corona, kata dia, bisa menjaga diri agar tidak tertular dengan mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain serta menjaga jarak kegiatan sosial.
“Keberadaan laboratorium biomolekuler uji swab Covid-19 dengan metode real timepolymerasechain reaction (RT-PCR) atau metode PCR di RSUD Loekmono Hadi Kudus, juga semakin mempercepat deteksi warga yang terpapar virus corona,” bebernya.
Hartopo menjelaskan, sebelumnya harus menunggu lama untuk bisa mengetahui seseorang positif corona atau tidak. Sebab pengiriman spesimen usap tenggorokannya harus dikirim ke Semarang, Jakarta, Salatiga, atau Yogyakarta.
“Sekarang, bisa dilakukan secara mandiri dan setiap hari laboratorium tersebut mampu menguji 90-an sampel,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kapasitasnya, kata Hartopo, RSUD Loekmono Hadi Kudus juga mulai menambah karyawan kontrak untuk bekerja di laboratorium tersebut.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi menyatakan hingga kini sebanyak 69 orang terkonfirmasi positif masih menjalani perawatan di sejumlah RS.
“Sementara yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 15 orang,” katanya.
Dari 138 kasus positif corona, tercatat 44 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 10 meninggal.
Khusus Kabupaten Kudus, tercatat 96 kasus positif COVID-19, di mana 47 orang di antaranya dirawat, 14 orang menjalani isolasi mandiri, 29 sembuh, dan enam meninggal.
“Untuk tambahan empat kasus positif Covid-19 terbaru, satu orang di antaranya dari Kudus, dua orang dari Jepara dan satu dari Kabupaten Demak,” tandasnya. (mht)















