SEMARANG – Sebanyak 2.032 putra/putri petugas medis penanganan Covid-19 mendapat perlakukan khusus dalam penerimaan peserta didik baru SMA/SMK di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan, jumlah itu, sudah dikonfirmasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.
Dari 35 kota dan kabupaten, jumlah putra-putri tenaga Covid-19 terbanyak berada di Kota Semarang dengan 221 orang. Disusul dengan Kabupaten Pati sejumlah 97 orang, kemudian Kabupaten Sragen sejumlah 81 orang.
“Sedangkan, Kota Pekalongan, memiliki persebaran putra putri tenaga kesehatan Covid-19 paling sedikit, yakni 10 orang,” katanya, Selasa (16/6).
Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Syamsudin Isnaeni menjelaskan, nantinya putra-putri tenaga kesehatan langsung diterima. Hanya, untuk kasus tertentu akan dilihat dari parameter tertentu.
“Nanti akan langsung diterima, hanya kita atur zonasinya. Kalau zona ada tiga, kita bagi tiga. Kalau peminat di satu sekolahan banyak, kita saring berdasarkan jarak paling dekat, kemudian diambil usia yang lebih tinggi dan terakhir nilainya,” paparnya.
Adapun, proses PPDB SMA dan SMK Jateng dimulai pada Rabu (17/6) sampai 25 Juni 2020.Kemudian, daftar ulang ditetapkan pada tanggal 1-8 Juli 2020. Sedangkan, hari pertama pembelajaran akan dimulai pada 13 Juli 2020.
“Untuk KBM itu update ada rapat dari empat kementerian. Rencana ada ke sana, untuk zona hijau (diperbolehkan masuk) secara bertahap. Ini sedang disusun SKB (Surat Keputusan Bersama) empat kementrian dengan hati-hati. Jateng sudah memetakannya berkonsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Daerah yang bisa lakukan akan ditunjuk sebagai pilot (acuan),” pungkas Syamsudin. (mht)














