Heli MI-17 Bisa Angkut 30 Tentara. Bisa Terbang dengan Kecepatan 250 Km/Jam

oleh
oleh

KENDAL – Sebuah helikopter MI-17 jatuh di Kawasan Industri Kendal, Sabtu (6/6).

Mil Mi-17 (juga dikenal sebagai seri Mi-8M di kedinasan Rusia) adalah sebuah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia.

Dikutip dari Wikipedia, saat ini helikopter ini diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude.

Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin.

INFO lain :  Petambak Bandeng di Kabupaten Jepara Rugi Akibat Banjir Rob

Indonesia juga mempunyai beberapa Mil Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD.

Helikopter ini dikembangkan dari rangka dasar Mi-8, Mi-17 dipasangi dengan mesin TV3-117MT yang lebih besar, rotor, dan transmisi yang dikembangkan untuk Mil Mi-14.

Bersama dengan pengembangan badan pesawat untuk muatan lebih berat. Pilihan mesin untuk kondisi “panas dan tinggi” adalah mesin Isotov TV3-117VM berdaya 1545kW (2070 shp).

INFO lain :  Ketahanan Pangan Harus Jadi Perhatian

Untuk penggunaan di pegunungan tinggi dilengkapi dengan mesin baru versi VK-2500 dan kontrol FADEC.

Penamaan Mi-17 adalah untuk versi ekspor; AB Rusia mengenalnya sebagai Mi-8MT.

Kru dari helikopter ini adalah tiga, yakni dua pilot dan seorang insinyur.

Kapasitas heli adalah 30 tentara atau 12 tandu atau 4.000 kg (£ 8820) kargo internal / 5.000 kg (£ 11.023) eksternal tersampir.

INFO lain :  Mampir ke Masjid, Ternyata Siap-Siap Maling Motor

Heli memiliki panjang 18,465 m (60 ft 7 in), diameter rotor: 21,25 m (69 ft 10 ½), tinggi: 4.76 m (15 ft 7 ¼ in).

Untuk berat kosong sebanyak 7.489 kg (£ 16.510). Berat loaded, 11.100 kg (£ 24.470). Maksimal berat lepas landas adalah 13.000 kg (£ 28.660).

Kecepatan maksimum adalah 250 km / h (135 knot, 155 mph) (mht)