Awas!! Ledakan Angka Kelahiran Bayi

oleh
oleh

JAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengantisipasi terjadinya baby boom pascapandemi COVID-19 atau virus Corona.

Baby boom adalah ledakan angka kelahiran bayi. Istilah itu biasanya menjelaskan tentang peningkatan kelahiran bayi dalam satu waktu dekat.

Adapun ledakan angka kelahiran bayi yang terjadi bisa menimbulkan beberapa permasalahan terkait kependudukan, kualitas SDM, hingga ekonomi.

INFO lain :  Gedung RSUD Ajibarang Diresmikan, Bupati Banyumas Minta Jemput Bola

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG mengatakan pada dasarnya adanya penurunan peserta KB pada Maret 2020 dibanding bulan sebelumnya.

“Selain itu, aktivitas kelompok kegiatan pelayanan KB juga ikut turun,” katanya, Sabtu (9/5).

Hasto berharap bidan dan dokter dapat memberikan kritik dan masukan atas kebijakan yang dikeluarkan BKKBN dalam mencegah baby boom.

Hal itu dilakukan guna mencegah permasalahan terkait kependudukan di masa mendatang.

INFO lain :  Tilang Elektronik Bisa Pakai Handphone Polisi, Namanya ETLE Mobile

Sementara itu, ribuan bidan di Demak diinstruksikan untuk tetap menjalankan tugas utamanya, termasuk melayani pemasangan alat kontrasepsi bagi warga yang menjalankan program Keluarga Berencana (KB).

“Bidan ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di desa maupun puskesmas. Mereka paling rentan dan harus dilindungi dari pandemi corona (Covid-19) ini. Maka, harus melengkapi diri dengan APD. Sebab, saat pandemi ini, tidak semua daerah melayani KB. Namun, di Demak tetap melayani KB. Apapun kondisinya harus tetap melayani KB,” kata Kepala Dinpermades P2KB Pemkab Demak, Daryanto.

INFO lain : 

Pelayanan KB, kata Daryanto dinilai penting untuk menghindari baby boom atau meledaknya angka kelahiran ditengah wabah corona. (mht)