SEMARANG – Buruh di Jawa Tengah yang terkena dampak virus corona atau Covid-19 mengalami kesulitan untuk mengakses kartu prakerja secara online.
Ketua Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) Jawa Tengah, Wahyudi membeberkan, masih banyak buruh yang belum melek teknologi.
“Mekanisme kartu prakerja secara online menyulitkan sehingga membuat banyak buruh tak dapat mengakses program kartu prakerja,” katanya, Jumat (1/5).
Wahyudi menyatakan, kebanyakan buruh tidak bisa mengoperasikan handphone berbasis android sehingga kesulitan mendaftar kartu prakerja secara online.
“Padahal, kartu prakerja merupakan harapan bagi para buruh yang saat ini terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan karena perusahaan lesu akibat pandemi Covid-19,” bebernya.
Atas dasar itu, pihaknya meminta kebijakan pemerintah agar proses pendaftaran kartu prakerja ini dipermudah.
“Banyak teman-teman kami yang belum melek teknologi dan kesulitan mengaksesnya,” ujar Wahyudi.
Sejak pandemi Corona, menurutnya, sudah ada ribuan buruh di Jateng terkena PHK atau dirumahkan tanpa adanya pesangon atau gaji yang diperoleh.
Sedangkan untuk anggota KSBI Jateng yang telah terkena PHK dan dirumahkan oleh pihak perusahaan mencapai 2.000 orang buruh.
“Kita berharap ada bantuan dari pemerintah karena kami semua kesulitan dalam kondisi sekarang ini,” harap Wahyudi.
Selain kartu prakerja, persoalan lain adalah mengenai jaminan kesehatan dan jaminan hari tua yang dikelola BPJS. Sebab akibat covid-19 tersebut, banyak perusahaan yang nunggak bayar BPJS Kesehatan sehingga buruh kesulitan mendapat akses.
“Buruh yang di PHK atau dirumahkan apakah bisa mencairkan jaminan hari tua (JHT) untuk menopang kehidupan kami. Kami sangat berharap dukungan pemerintah, termasuk adanya bantuan langsung tunai kepada kawan-kawan yang terdampak,” ujar Wahyudi. (mht)















