BANYUMAS – Sebanyak 13 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Banyumas melakukan karantina lokal. Karantina dilakukan untuk mencegah persebaran virus covid-19 di daerah tersebut.
“Meski ada penutupan bukan berarti tidak ada aktivitas keluar masuk. Warga masih bisa beraktivitas keluar masuk Dusun. Dengan syarat harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta kendaraan disemprot desinfektan,” ujar Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (30/3).
Desa-desa yang melakukan karantina lokal yakni Desa Sambeng Wetan dan Desa Kramat Kecamatan Kembaran, Desa Glempang Kecamatan Pekuncen, Desa Karanggude Kecamatan Karanglewas, Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden, Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja.
Adapula tujuh desa di Kecamatan Kedungbanteng (Kedungbanteng, Karangsalam, Beji, Karangnangka, Melung, Baseh, Dawuhan Kulon). Sementara 21 kecamatan lain belum melakukan karantina lokal.
Husein mengatakan, untuk Desa Glempang, karantina lokal dilakukan dengan cara melakukan penutupan jalan masuk ke Desa Glempang. Sementara untuk Desa Karanggude, karantina lokal mulai diberlakukan pada Minggu (29/3).
Untuk Desa Sambeng Wetan dan Desa Kramat sudah terlebih dahulu melakukan karantina lokal, dengan menutup akses masuk desa dengan waktu pakul 19.00 hingga pukul 05.00.
“Tiga titik karantina lokal di Desa Kramat yakni perbatasan Desa Kramat dengan Desa Manduraga, Desa Karangsari, dan Desa Karangpule Purbalingga,” jelas dia.
Di Desa Kemutug Lor, karantina lokal diberlakukan pada Senin (30/3). Untuk posko karantina lokal di Desa Kemutug Lor berada di sebelah utara lapangan tenis BBPTU, perbatasan Desa Kemutug Lor dan Desa Karangsalam, perbatasan Desa Kemutug Lor dengan Desa Kemutug Kidul serta perbatasan Desa Kemutug Lor dengan Desa Karangmangu.
Sementara itu, warga Dusun 3 Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas memproteksi dusun mereka dari penularan covid-19, karena banyak warganya yang menjadi perantau di kota besar. Kepala Dusun (Kadus) 3 Semaya, Muhamad Yunus mengatakan warganya tidak tenang.
“Di Semaya ada sekitar 100 lebih warga yang merantau di kota besar, terutama Jakarta. Jadi warga menutup jalan dengan portal untuk antisipasi penyebaran virus corona. Kebetulan akses jalan ke Semaya hanya satu. Jalan Raya Baseh Kedungbanteng,” tukasnya. (mht)
















