BATANG – Sebanyak 10 perusahaan terutama di bidang pengolahan kayu di Kabupaten Batang, kini terancam tutup akibat terkena dampak wabah Virus Corona jenis baru atau COVID-19.
Bupati Batang Wihaji mengaku sudah mendapatkan laporan sejumlah perusahaan terutama di bidang pengolahan kayu. “Sebab usaha ini mengalami kesulitan keuangan karena ada pembatasan, bahkan dihentikannya impor bahan baku dari China,” ujarnya, Selasa (17/3).
Menurut dia, jika pasokan bahan baku produksi pengolahan kayu terhenti dan ekspornya terus teehambat, maka dipastikan akan mengganggu finansial perusahaan sehingga berdampak pula pada pekerja.
“Oleh karena, kami berharap semoga wabah COVID-19 ini bisa cepat mereda dan selesai karena kasus penyebaran Virus Corona ini berpengaruh sekali terhadap perekonomian di Indonesia, termasuk Kabupaten Batang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan bahwa ada 10 perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu yang produksinya diekspor ke China.
Namun, kata dia, saat ini pihak perusahaan pengolahan kayu tidak bisa melakukan produksi karena pasokan bahan baku harus diimpor dari China.
“Demikian pula, pihak perusahaan juga kesulitan mengekspor produknya ke China. Tentunya, kondisi mempengaruhi finansial perusahaan,” katanya.
Dia menambahkan 10 perusahaan yang bergerak pada pengolahan kayu furnitur ini berada di sepanjang pantura Kandeman hingga perbatasan Kecamatan Gringsing.(mht)
















