Ini, 10 Warga Jateng yang Sempat Dikarantina di Natuna

oleh
oleh

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi kepulangan 10 warga Jateng yang telah dinyatakan sehat usai menjalani proses karantina di Natuna, Sabtu (15/2).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, mereka sudah dinyatakan sehat dan merasa senang dapat menginjakan kaki di Jawa Tengah. Warga Jateng yang dipulangkan terbagi dalam beberapa sesi.

Lima orang melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani, yakni dua orang warga dari Semarang, dan masing-masing saru orang warga Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya, tiga orang turun di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, dua orang lainnya naik kendaraan darat.

INFO lain :  Istilah Zona Hitam Agar Masyarakat Lebih Waspada

“Mereka difasilitasi oleh pemprov, disediakan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun ada juga yang dijemput keluarganya. Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran,” ujarnya, Senin (17/2).

Terkait pengawasan secara medis, tetap dilakukan. Hanya saja, pengawasan tersebut tidak melekat. Bagi mereka yang mengalami sakit, diharapkan melapor ke dinas kesehatan terdekat.

INFO lain :  MAJT Kembali Buka Wakaf Tanah untuk Mahad Tahfidh Quran

Yulianto memaparkan, sebagian besar warga Jateng yang usai dikarantina di Natuna, adalah mahasiswa. Terkait proses pembelajaran, mereka mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kampus.

“Jadi mereka belajar lewat internet, ada aplikasinya, sampai kemudian ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak kampus,” beber Yulianto, usai mendampingi para mahasiswa, di ruangan khusus.

INFO lain :  Pengungsi Merapi Dijamin Kebutuhannya oleh Pemprov Jateng


Ia menegaskan, di Jawa Tengah tidak ada kejadian penularan Covid-19 yang terjadi. Hal itu berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan baik di areal bandara, rumah sakit dan beberapa perusahaan yang mempekerjakan warga asing.

“Yang diluar ini (Natuna) kita sudah lakukan pemantauan, semua negatif Covid 19 (Virus Corona). Yang di rumah sakit juga sudah kita pulangkan semua, tidak ada yang terindikasi di Jawa Tengah,” tegas Yulianto.(mht)