BATANG – Pemkab Batang mengirimkan 8.000 masker ke Hong Kong. Langkah ini merupakan respons dari permintaan pekerja migrain Indonesia (PMI) asal Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing yang bekerja di negara tersebut.
Bupati Batang Wihaji mengatakan wabah virus corona tidak hanya menjadi kekhawatiran warga China namun juga PMI yang bekerja di Hong Kong.
“Oleh karena, kami sudah merespons permintaan BMI asal Kecamatan Gringsing yang kesulitan mendapat masker di negara itu,” katanya, Jumat (14/2).
Dia menjelaskan pemkab berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melakukan pengiriman masker ke Hong Kong melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
“Saya langsung koordinasi dengan para PMI di Hong Kong untuk mendengar langsung suasana dan kondisi mereka. Pengiriman kita lakukan dengan cepat tanpa birokrasi,” sebutnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Batang Suparpto Setia mengatakan permohonan pengiriman masker langsung ditindaklanjuti kurang dari 1×24 jam oleh pemkab agar PMI bisa terbantu untuk mendapatkan barang penutup hidung itu.
“Meski harga masker sekarang naik 10 kali lipat dari harga biasa namun alhamdulillah kami dapat mengumpulkan sebanyak 8.000 masker dengan jenis masker biasa dan masker hijau,” katanya.
Ia mengatakan pengiriman paket masker dialamatkan melalui Kedutaan Besar RI di Hong Kong, dengan nama penerima PMI asal Krengseng, Kecamatan Gringsing, Nur Fayati.(mht)
















