TEMANGGUNG – Produksi buah durian di Desa Ngropoh, Kranggan, Kabupaten Temanggung, pada masa panen 2020 turun drastis dibanding panen tahun 2019. Penurunan produksi mencapai 70 %.
Ketua Kelompok Tani Biso Mukti Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan, Waluyo mengatakan, turunnya produksi durian tersebut karena banyak bunga durian yang rontok.
“Saat berbunga pada September-Oktober 2019 belum turun hujan sehingga mengakibatkan banyak bunga mengering dan rontok tidak menjadi bakal buah,” ujarnya, Kamis (13/2).
Menurunnya produksi durian, kata Waluyo berimbas pada berkurangnya penghasilan petani. Dia menyebutkan jika tahun 2019 pohon besar bisa berbuah hingga 1.000 biji.
“Tahun ini paling cuma sekitar 200-300 biji, bahkan ada yang lebih sedikit dan tidak sedikit yang sama sekali tidak berbuah,” bebernya.
Sekretaris Desa Ngropoh Ismanto menuturkan populasi tanaman buah durian di desanya sekitar 8.000 pohon.
Menurut dia, tanaman durian menjadi andalan penghasilan warga Ngropoh karena setiap kali panen bisa mendapatkan penghasilan lumayan karena durian lokal Ngropoh laku keras di pasaran, selain daging buahnya tebal juga bercita rasa khas.
“Tapi pada panen tahun ini produksi buah turun karena saat berbunga sama sekali tidak ada hujan sehingga bunga rontok,” katanya.
Ismanto menuturkan buah durian sudah menjadi ikon Desa Ngropoh, oleh karena itu pihaknya terus berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkanya agar durian khas Ngropoh tetap lestari. (mht)















