Beredar Info Warga Meninggal Akibat Corona, Ini Keterangan RSUD Dr Moewardi

oleh
oleh

SOLO – Pascamerebak kabar meluasnya sebaran virus Corona, sempat beredar info di media sosial adanya warga yang meninggal dunia akibat virus Corona di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Tak pelak, info tersebut mengakibatkan keresahan tersendiri di kalangan warga.

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Eko Haryati menuturkan, info adanya warga yang meninggal karena corona, itu tidak benar.

“Sebagai bentuk kewaspadaan dan untuk antisipasi, kami melakukan manajemen keperawatan di ruang isolasi khusus selama masa observasi pasien. Senin siang, berdasar hasil akhir foto thorax dan pemeriksaan laboraturium, pasien dalam kondisi baik atau tidak mengarah ke Wuhan Coronavirus,” ujarnya, Selasa (28/1).

INFO lain :  Anggaran Operasional Vaksinasi di Boyolali Capai Rp 7 Miliar

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, pihaknya memindahkan yang bersangkutan ke bangsal. Sejauh ini tidak ada keluhan, bahkan dalam waktu dekat pasien sudah diizinkan pulang.

Eko mengakui, memang benar pada 26 Januari 2020 ada pasien yang datang ke IGD dengan keluhan batuk dan sesak nafas. Kebetulan yang bersangkutan baru saja pulang dari Singapura dan Malaysia.

“Sebagai bentuk kewaspadaan dan untuk antisipasi, kami melakukan manajemen keperawatan di ruang isolasi khusus selama masa observasi pasien,” ujarnya.

Menurut Eko, RSUD Dr Moewardi selaku rumah sakit kelas A dan sebagai pusat rujukan yang ada di Solo Raya, juga meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi virus Corona. Pihaknya mempersiapkan tim Severe Acute Respiratory Infection (SARI), yang diketuai Dr Harsini yang memang sudah terbentuk sejak 2014.

INFO lain :  Total Transaksi Blangkon Jateng Capai Rp15 Miliar

“Tim ini mempunyai tugas melayani atau menangani pasien rawat jalan dan rawat inap. Termasuk rujukan dari unit pelayanan kesehatan di luar RSUD Dr Moewardi yaitu Severe Acute Respiratory Infection (SARI), Avian Influenza (AI), Middle East Respiratory Syndrome – Corona Virus (MERS.Cov) dan kegawatan paru karena infeksi,” jelas Eko.

Ditambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada para petugas terkait, baik medis, perawat maupun penunjang agar pasien airborne mendapat prioritas pelayanan. Termasuk, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, di media social, dan penyuluhan di ruang-ruang publik di RSUD Dr Moewardi.

INFO lain :  Rp680 Juta dari Pasar Diprediksi Menguap

Selain mempersiapkan Tim SARI, RSUD Dr Moewardi telah menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk pasien airborne di Ruang Anggrek 1 dengan kapasitas dua tempat tidur, dan di Instalasi Gawat Darurat dengan satu tempat tidur. Ruangan yang bertekanan negatif ini memiliki pintu dan jalur masuk khusus sehingga terpisah dari pasien lain.

“Ruangan isolasi ini juga dilengkapi alat pelindung diri (APD) khusus untuk pasien dan petugas seperti masker N95, jas kerja disposable, sarung tangan, kacamata pelindung, sepatu pelindung dan lain-lain,” tandasnya. (mht)