Bandara Tutup Penerbangan Solo-China

oleh
oleh

SOLO – Bandara Internasional Adi Soemarmo menutup penerbangan Solo-Kunming hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona yang terjadi di China selama beberapa waktu terakhir.

”Kalau kondisinya sudah aman akan kami buka lagi,” ucap General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman, Senin (27/1).

Saat ini Bandara Adi Soemarmo hanya tinggal memberangkatkan 173 penumpang asal Kunming, China yang datang ke Solo pekan lalu. Setelahnya akan diberlakukan penutupan rute Solo-Kunming yang sifatnya dalam waktu tidak terbatas.

INFO lain :  Korban Meninggal dari Klaster Takziah di Sragen Bertambah!

Dia berharap kondisi segera mereda sehingga penerbangan bisa kembali dibuka mengingat pasar tersebut cukup potensial untuk dikembangkan.

Sementara itu, sesuai jadwal seharusnya penerbangan rute Kunming, China-Solo kembali beroperasi pada Kamis (30/1). Pada jadwal penerbangan ini seharusnya ada sebanyak 173 wisatawan dari China yang dibawa.

INFO lain :   Kakek 68 Tahun Tewas di Toilet Sekolahan

“Kalau rata-rata penerbangan ini membawa sekitar 180 penumpang per minggu. Jadi sebetulnya pasarnya cukup baik,” katanya.

Saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum melakukan pelarangan penerbangan Solo-Kunming. Namun pihak Bandara Adi Soemarmo tetap melakukan penutupan sementara sebagai antisipasi.

”Kami hanya tinggal memulangkan turis dari China yang jumlahnya 173 orang ini dengan maskapai Citilink,” katanya.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah Daryono mengusulkan kepada pemerintah melalui instansi terkait agar memperketat bahkan menutup akses pariwisata dari Tiongkok akibat virus tersebut.

INFO lain :  Meski Membela Diri, Suyanti Ditetapkan Tersangka Pembunuhan

“Kami juga meminta pemerintah untuk mempercepat kepulangan wisatawan China ke negara asalnya. Pemerintah China kan sudah melarang wisatawan setempat pergi keluar negeri, jadi Pemerintah Indonesia juga harus bertindak cepat dengan melarang wisatawan Tiongkok datang ke sini,” katanya.(mht)