SOLO – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo menyatakan, ada beberapa hewan yang rentan terhadap penyakit, saat musim hujan tiba. Salah satunya kelompok satwa kuku belah.
Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan, satwa jenis tersebut rentan terhadap sakit kembung dan cacing. “Karena itu, kita berupaya melakukan langkah pencegahan, salah satunya adalah pemasangan lampu penghangat untuk malam hari,” ujarnya, Senin (20/1).
Menurutnya, langkah tersebut bisa mencegah penyakit kembung. Sedangkan penyakit cacing lebih pada upaya pencegahan dan pengobatan, yaitu pemberian antiparasit untuk kandang.
“Jenis satwa lain yang juga rentan terhadap penyakit di antaranya kijang, rusa tutul, rusa timor, blackburn, dan nilgae,” bebernya.
Sementara untuk primata, jelas Bimo, rentan terhadap penyakit batuk pilek. Dalam hal ini, pihaknya melakukan langkah pencegahan dengan memberikan vitamin.
Selain itu, pihak kebun binatang juga melarang pengunjung memberikan pakan langsung kepada primata. Menurut dia, langkah itu untuk mencegah penularan penyakit dari pengunjung ke satwa.
“Seperti flu bisa menular dari orang ke satwa primata. Ini yang kami cegah,” bebernya.
Sementara itu, untuk perawatan kandang ketika musim hujan juga dilakukan sesuai dengan standar, salah satunya memastikan pengairan sekitar kandang.
“Ini sesuai dengan SOP, sebetulnya kalau perawatan khusus tidak ada. Hanya saja kami memastikan jangan sampai ada air menggenang, dan selalu terjadwal dalam membersihkan air. Untuk dokter, kita menyiapkan dua dokter hewan,” tandasnya. (mht)















