SOLO – Pemkot Solo mulai memindahkan 377 pohon yang menjadi peneduh di Jalan Slamet Riyadi. Pemindahan ratusan pohon tersebut dilakukan karena wacana pembangunan jalan layang di kawasan Purwosari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Gatot Sutanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan perempelan pohon. “Kami memangkasnya agar pemindahannya tidak susah,” ujarnya, Rabu (15/1).
Rencananya, pohon-pohon tersebut akan disemai ulang di kebun bibit yang ada di kompleks Taman Balekambang. ”Untuk sebagian pohon berukuran kecil sudah dipindahkan. Untuk pemindahan pohon besar dilakukan secara bertahap,” ucapnya.
Diperkirakan pemindahan 377 pohon selesai akhir Januari atau awal Februari 2020. Dengan begitu, pembangunan jalan layang dapat segera dimulai.
Proses pemindahan pohon akan menggunakan alat berat sehingga sebagian besar akar pohon bisa ikut tercabut. Pemindahan dilakukan secara bertahap, mulai simpang Kerten hingga sisi timur perlintasan Purwosari.
Pemkot, menurut Gatot, membidik beberapa lokasi penanaman kembali pohon-pohon tersebut. Misalnya Jurug, Bong Mojo dan kawasan TPA Putri Cempa.
“Kalau ditanam di pinggir jalan jelas tidak memungkinkan, karena pohon tersebut rawan tumbang. Struktur akarnya pasti tidak sekuat jika pohon itu ditanam sejak kecil. Makanya kami memilih lokasi yang jauh dari lalu lintas atau permukiman penduduk,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan pemindahan pohon dilakukan untuk mendukung pembangunan flyover Manahan.
Selain pemindahan 377 pohon peneduh, rencananya akan dilakukan penertiban kanopi milik pengusaha yang menjorok ke jalur lambat atau badan jalan.
”Nantinya selain pemindahan pohon, kanopi yang menjorok ditertibkan,” tandasnya. (mht)















