Diberi Tugas Ambil Air, Budiono Malah Bisa Kabur dari Penjara

oleh
oleh

BOYOLALI – Seorang narapidana Budiono alias Cipto (19), warga Dukuh Ngebleng, Desa Lembu, Kecamatam Bancak, Kabupaten Semarang yang kabur dari Rutan Kelas IIB Boyolali.

Saat ini, aparat Polres Boyolali masih terus melakukan pencarian.

“Kami masih mencari tempat persembunyian napi Budiono,” ujar Kasat Rekrim Polres Boyolali AKP Mulyanto, Senin (13/1).

Selama ini, Budiono menjalani hukuman kasus pencurian dengan pemberatan. Budiono kabur dari Rutan Boyolali pada Jumat (10/1).

INFO lain :  18 TPS Bisa Dipindah ke Tempat Pengungsian

Menurut Mulyanto, petugas mengejar napi Budiono hingga keluar kota yakni daerah Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang atau dekat dengan rumah tempat tinggal yang bersangkutan.

“Budiono ini dijerat kasus pencurian dengan pemberatan dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali,” katanya.

Mulyanto mengatakan pihaknya setelah mendapatkan informasi kaburnya seorang napi di Rutan Kelas IIB Boyolali pada Sabtu (11/1), dan kemudian ke lokasi melakukan penyelidikan. Napi itu, diperkirakan kabur dari rutan sekitar pukul 16.15 WIB.

INFO lain :  Warga Sragen Ditangkap Densus, Disebut Terlibat Teror Jogja

Napi tersebut sedang mengambil air dan membuang sampah di kompleks dalam rutan. Napi itu diduga melihat situasi penjaga sedang lengah, dia berupaya kabur dengan memanjat pagar besi sebelah barat dekat wartel.

“Kami dalam pencarian napi kabur ini bekerja sama dengan polres daerah lain karena diduga kaburnya ke luar Kota Boyolali. Namun, polisi hingga sekarang belum menemukan napi itu,” katanya.

INFO lain :  Mal di Soloraya Kembali Gelaran Pameran

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Muhammad Ali mengatakan napi Budiono seperti biasanya, mendapatkan tugas untuk mengangkat air dari bak penampungan di dalam blok untuk memasukkan ke kamar.

Budiono diduga kabur dengan memanjat pagar besi sebelah barat Rutan. Dia berjalan di atas kanopi ke arah barat. (mht)