Angka Pengangguran Tambah 5 Ribu Orang, Paling Banyak Lulusan SMK

oleh
oleh

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis, dalam setahun terakhir, secara absolut pengangguran di provinsi ini bertambah sekitar 5 ribu orang.

Hanya saja, kenaikan pengangguran jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja.

Kepala BPS Provinsi Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah pada Agustus 2019 sebanyak 18,26 juta orang. Angka ini bertambah 0,20 juta orang dibanding Agustus 2018.

INFO lain :  Jual Beli Jabatan di Kabupaten Kudus Seret Nama Istri Bupati

“Sejalan dengan itu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68,62 persen,” ujarnya, Rabu (6/11/2019).

Akibatnya angka TPT turun sebesar 0,02 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2018 menjadi 4,49 persen pada Agustus 2019.

“TPT tertinggi dicatat oleh penduduk dengan pendidikan tamatan SMK, yaitu sebesar 10,16 persen,” sebutnya.

Sentot menyebutkan, penduduk bekerja tercatat sebanyak 17,44 juta orang. Jika dilihat dari lapangan pekerjaan utama, lapangan usaha yang mengalami

INFO lain :  Purbalingga Segera Miliki Sirkuit Berstandar Nasional

penurunan penyerapan tenaga kerja cukup besar antara lain di pertanian (0,90 persen poin).

“Adspula enyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 0,23 persen poin,” katanya.

Sebanyak 10,15 juta orang (58,21 persen) penduduk bekerja pada kegiatan informal. “Namun, selama setahun terakhir, porsi pekerja informal turun sebesar 2,73 persen poin dibanding keadaan pada Agustus 2018,” jelasnya.

INFO lain :  Pengendara Vario di Grobogan Tewas Tertabrak Truk

Sentot membeberkan, persentase tertinggi penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 73,32

persen.

Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1–7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,06 persen.

“Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (21,30 persen) dan pekerja setengah penganggur sebanyak 5,38 persen,” tandasnya. (mht)