
GROBOGAN,INFOPLUS.ID-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Grobogan berhasil meringkus kelompok pencuri dengan modus mengganjal slot kartu pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Kerja keras petugas yang berhasil mengungkap dugaan kasus pencurian kartu dan perusakan mesin ATM memang patut mendapat apresiasi.
Tiga dari empat orang pelaku yang tergabung dalam komplotan Palembang berhasil dibekuk. Ketiganya merupakan warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. Oleh petugas kepolisian, para tersangka diringkus di sebuah hotel di Jalan Gajahmada Kota Semarang, pada Minggu (3/3) lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun, tiga orang tersangka diamankan beserta belasan kartu ATM yang jadi peralatan mereka saat beraksi. Para pelaku yakni, Sardiman (27), Alian Fauzi (23), dan Patimura (22). Seorang lagi, atas nama Abu Arafat(28) masih dalam pengejaran petugas di lapangan. Satu tersangka lain berinisal AA masih berstatus DPO. Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 10 kartu ATM BRI, 5 kartu BNI, satu unit obeng, satu unit lem perekat, dua buah mika potongan botol aqua yang sudah dimodifikasi berbentuk segitiga yang dipergunakan untuk penganjalan, gergaji besi, gunting, dua unit helm, dua unit sepeda motor dan tiga pasang sepatu yang dipergunakan tersangka saat melakukan aksinya.
Dalam melakukan aksi kejahatannya, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Para tersangka mengakui aksi kejahatannya di hadapan Wakapolres Grobogan Kompol Dwi Hendro, saat konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Grobogan, Rabu (6/3).
Wakapolres Grobogan Kompol Dwi Hendro menjelaskan, penangkapan para tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang telah menjadi korban. Laporan tersebut diterima petugas di hari yang sama, Kamis (28/2) di waktu yang berbeda. Ia menuturkan, korban pertama yakni Tohiroh yang bermaksud mengambil uang di sebuah ATM BRI di SPBU Getasrejo sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut pengakuan korban, kartu tersebut susah dimasukkan, namun setelah berhasil masuk terdengar suara tulit-tulit. Korban sempat menekan tombol cancel namun tetap tidak dapat mengeluarkan kartunya.
“Selanjutnya korban dihampiri orang tidak dikenal yakni satu dari empat pelaku ini. Ia berpura-pura membantu untuk mengeluarkan kartu ATM korban dan ternyata tetap tidak bisa. Korban langsung ke kantor bank yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan pembuatan ATM baru demi menyelamatkan uang yang masih tersisa dalam saldonya,” kata Kompol Dwi Hendro.














