Tolak Penambangan Ilegal Sungai Pabelan, Warga Dukun Geruduk Polsek Sawangan

oleh

Magelang – Warga masyarakat Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang menolak penambangan illegal dengan alat berat (Becho) di Sungai Pabelan di wilayahnya.

Memprotes terkait keberadaannya, massa sejumlah 50 orang menggeruduk Mapolsek Sawangan,Minggu (3/3/2019). Mereka menuntut aparat setempat menindak

Massa yang melakukan aspirasi dipimpin Korlap Hendrat Ketua Sapu Jagad Gunung (Peduli Lingkungan), Munawir salah satu tokoh masyarakat Dusun Macanan Desa Banyudono, Bambang Dusun Klatak Desa Banyudono dan Imam Dusun Bendan Desa/ Kecamatan Sawangan.

INFO lain :  Karaoke di Magelang Dirazia Polsek Mertoyudan

Kedatangannya, ditemui langsung Kapolsek Sawangan Kompol Drs Margito bersama Kasat Intelkam Polres Magelang AKP Suprijanto.

Hendrat menyampaikan penambangan menggunakan alat berat akan merusak lingkungan, karena merusak sabuk dam di Dusun Banyu Temumpang Desa Krogowanan Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

“Kami, warga masyarakat di bantaran sungai menolak adanya penambangan illegal dan menggunakan alat berat karena bisa mengganggu ekosistem dan pengairan pertanian warga masyarakat dibawahnya,” katanya.

INFO lain :  Pembentukan BRIDA Jawa Tengah Tunggu Pengesahan dari DPRD

Warga mengaku keberatan adanya penambangan baik legal maupun Ilegal di Sungai Pabelan yang berlingkup perbatasan Kecamatan Sawangan dan Dukun.

Kompol Drs. Margito dan Kasat Intel AKP Suprijanto menanggapi penyampaian aspirasi dari perwakilan masyarakat tersebut mengaku akan menindaklanjuti.

“Aspirasi dari saudara akan kami sampaikan kepada pimpinan, sebagai bahan pengambilan kebijaksanaan“ tandas Margito.

Diketahui penambangan tersebut berada di alur sungai pabelan, dan lokasi berada di bawah Cekdam. Jika banjir dari erupsi merapi, masyarakat mengkwatirkan dengan adanya penambangan tersebut bisa merusak dam dan saluran air masuk di wilayah Dukun.

INFO lain :  Gedung RSUD Ajibarang Diresmikan, Bupati Banyumas Minta Jemput Bola

“Dulu jalan masuk lokasi penambangan ini melalui Wilayah Dukun, namun mendapat pertentangan dari warga, namun akhir ahkir ini mereka menambang untuk jalur armada melalui wilayah Sawangan, sehingga masyarakat tetap meminta penambangan dihentikan“ pungkasnya. (dit)