Wacana Menhub Bentuk Trans Jawa Ditentang Pengusaha Bus AKAP

oleh

Jakarta – Wacana pembentukan Trans-Java yang digagas Menteri Perhubungan, Buda Karya Sumadi ditentang pengusaha bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Pasalnya, bila hal tersebut dilakukan bisa memengaruhi bisnis dan usaha yang selama ini dirintis bus AKAP.

Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Anthony Steven Hambali menjelaskan, wacana yang dilontarkan Menhub mendatangkan kekecawaan bagi para pengusaha bus.

Apalagi, selama ini para pengusaha bus sudah berusaha mengikuti segala macam regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Sebenarnya ini baru gagasan, tapi sudah sangat berdampak, apalagi nanti bila hal tersebut dilakukan. Harusnya kementerian lebih memperhatikan kami. Selama ini kami sudah mati-matian mengikuti regulasi, tiba-tiba tol ini jadi (Trans-Jawa) langsung mereka berencana membuat transportasi sendiri, lantas bagaimana dengan kami,” ucap Anthony yang juga pemilik PO Sumber Alam.

Lebih lanjut Anthony menjelaskan, keberadaan tol Trans-Jawa menjadi titik cerah bagi pengusaha bus.

INFO lain :  Situs Liyangan Masuk Prioritas Penanganan

Keberadaan tol yang menyambung dari Merak hingga Pasuruan ini membuat beberapa pengusaha kembali bergairah dan menyusun langkah bisnis baru ke depan.

INFO lain :  Kemenkumham Jateng Kembali Melantik 42 Notaris

Apalagi, selama ini bus AKAP cukup terpuruk karena kalah bersaing dengan moda transportasi lain, seperti kereta api, dan maraknya maskapai penerbangan murah.

“Wacana transportasi versi BUMN membuat para pengusaha pupus, dan merasa dipojokkan kembali,” ujar Anthony.

Menurut Anthony, sebenarnya wacana apa yang diutarakan Menhub memiliki tujuan yang positif, namun sayang Menhub tidak menitikberatkan untuk menggandeng para pengusaha busa swasta, tapi justru membuat transportasi umum versi BUMN.

INFO lain :  Seorang Anggota Polsek Cluwak Terancam Dipecat Usai Terlibat Perselingkuhan

“Harusnya kementerian berkoordinasi dengan kami yang selama ini sudah mendukung segala kebijakan yang ditetapkan, tapi ini tidak kami sudah terpuruk dan jatuh bangun malah ditambah dengan wacana ini. Bila wacana itu jadi, tidak mungkin bagi kami yang swasta itu bersaing dengan BUMN, ibaratnya seperti bapak yang mengambil alih mainan anaknya,” ucap Anthony.

Sumber Akurat.co