Pelaku dan Motif Pengrusakan Belasan Nisan di Magelang Dicari

oleh

Magelang – Belasan nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Kota Magelang, ditemukan dalam kondisi rusak. Polres Magelang Kota saat ini masih melakukan penyelidikan terkait adanya laporan kasus tersebut.

Belasan nisan itu diduga dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Polisi tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini. Peristiwa itu dilaporkan ke kepolisian, Selasa (1/1/2019).

Data sementara, sebanyak 11 nisan makam rusak. Sebelas nisan tersebut, kata Anwar, tersebar di beberapa blok dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Sejumlah saksi sudah diminta keterangan, antara lain petugas UPT TPU Giriloyo dan warga setempat. Atas kasus itu, pihak keluarga, belum melapor.

Nisan yang rusak berupa salib berbahan kayu dan beton. Ada nisan yang tercabut makamnya dan ada pula yang hancur seperti sengaja dipukul memakai palu. Islamiyah, penjaga makam TPU Giriloyo, mengatakan nisan yang rusak rata-rata parah.

INFO lain :  Jokowi Bagikan 8000 Sertifikat Tanah di Grobogan

Ada yang sampai tercabut dari pusara, dan pecah, padahal terbuat dari beton. Ia mengetahui kerusakan ini pada pagi hari, Rabu (2/1). Hampir seluruh nisan yang rusak berupa tanda salib.

Informasi awal yang beredar yaitu terjadi perusakan pada makam-makam umat Nasrani di TPU Giriloyo Kota Magelang sejak tanggal 28 Desember 2018. Perusakan terjadi blok B1, C1, dan A3.

Tidak hanya menyasar pada nisan-nisan yang menunjukkan identitas keagamaan tertentu.

“Makam itu tidak semua (nisan) Nasrani, ada satu makam (warga) muslim,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Atas kejadian tersebut, kata dia, telah memintai keterangan para saksi. Selain itu, memeriksa CCTV akses jalan menuju lokasi. Dugaan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Desember 2018.

INFO lain :  Berikan Ratusan Dosis Vaksin Rabies

Sejumlah orang termasuk penjaga dan petugas kebersihan makam juga dimintai keterangan. Penyidik masih memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintakan keterangannya.

Kepala Polsek Magelang Selatan, Kompol M Choirul Anwar mengaku, masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pengrusakan itu. Anwar menilai sejauh ini perusakan ini termasuk aksi vandalisme.

Ia pun meminta kepada publik untuk tidak membesar-besarkan, terlebih dikaitkan dengan isu SARA maupun politik yang memicu konflik horisontal.

“Kami dalami kasus vandalisme ini, kami minta jangan terlalu dibesar-besarkan. Jangan dikaitkan pula dengan isu-isu saat ini, seperti SARA atau pilpres atau apapun. Pasrahkan saja ke kami untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Islamiyah, penjaga makam TPU Giriloyo, mengatakan nisan yang rusak rata-rata parah. Ada yang sampai tercabut dari pusara, dan pecah, padahal terbuat dari beton. Ia mengetahui kerusakan, Rabu (2/1). Ia menyebut, hampir seluruh nisan yang rusak berupa tanda salib.

INFO lain :  Sastra Tegalan Kearifan Lokal yang Perlu Dilestarikan

Diakuinya, kejadian ini merupakan kejadian pertama kali sepanjang ia menjadi petugas makam yang terletak dekat dengan komplek Akademi Militer (Akmil) ini.

“Saya tahunya pagi hari, ternyata yang rusak banyak. Belum pernah terjadi sebelumnya dan aneh yang rusak kenapa salib semua. Saat Natal banyak yang ziarah dan nisan masih utuh. Ngga tahu kenapa sekarang kondisinya seperti dirusak oleh orang,” jelasnya.

Petugas kebersihan di TPU Giriloyo lainnya, Mbah Mul menuturkan, kerusakan pada nisan ini diketahuinya pada malam hari beberapa hari yang lalu. Kerusakan tersebar di blok A2, B2, dan B1.