Namun sebelum dibangun, lahan tersebut mulai ditempati warga pada 1998 karena dianggap tanah kosong. Sementara warga juga mengklaim memiliki bukti bahwa tanah tersebut merupakan milik mereka. Ratusan warga memilih bertahan meskipun sudah diberi peringatan untuk pindah. Hingga akhirnya pemilik lahan melakukan eksekusi.
(olo/dit)
















