Grobogan – Sutrimo (65) warga Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus ditemukan tewas tenggelam saat sedang mencari ikan menggunakan alat branjang di sungai Serang di Dusun Satreyan, Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jum’at (14/12/2018).
Di hari yang sama, seorang bocah bernama Moh Ali Zamzaelani (8) warga Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Grobogan juga bernasib sama. Korban tewas tenggelam sungai di Dusun Bedek, Desa Simo, Kecamatan Kradenan.
Menurut keterangan Kades Simo Suwarjo menyatakan, korban Moh Ali saat itu sedang mandi di sungai bersama tiga orang temannya. Tidak lama kemudian, korban terlihat kelelahan dan akhirnya tenggelam, saat berusaha menepi.
“Saat melihat kejadian itu, teman korban sempat berusaha menolong tetapi tidak berhasil. Akhirnya, mereka menceritakan kejadian itu pada warga setempat. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah hilangĀ karena terseret arus air sungai, kebetulan turun hujan deras sehingga menyulitkan pencarian,” terangnya, kemarin.
Sementara itu BPBD Grobogan dengan mengerahkan belasan anggota tim SARnya dikerahkan ke lokasi untuk mencari keberadaan korban tapi hari itu belum berhasil menemukan.
Namun baru keesokan harinya, Sabtu (15/12) korban ditemukan tersangkut rumpun bambu tengah sungai di Dusun Pondok, Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 25 kilometer dari titik tenggelamnya korban.
Terpisah salah seorang Perangkat Desa Tambahrejo, Susilo Utomo menambahkan, korban kali pertama ditemukan warganya bernama Juwadi (55). Ketika itu saksi Juwadi hendak pergi ke sawah dengan menyeberangi sungai yang kondisinya tidak terlalu dalam, sekitar pukul 14.00 WIB.
“Korban ditemukan Juwadi. Saksi melihat ada sosok anak kecil tanpa busana yang tersangkut rumpun bambu. Dari temuan itu akhirnya dikabarkan pada warga lainnya dan diteruskan ke pihak yang berwajib,” tuturnya.
(gan/dit)
















