Pekalongan – Buruh tani di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan minum pestisida, Selasa (16/10) pagi. Aksi nekat itu dilakukan Wismo (49). Korban diduga nekat bunuh diri karena depresi atas penyakit yang dialaminya tak kunjung sembuh.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi nekat korban, kali pertama diketahui istrinya, Siti Fathikoh (42). Pagi itu, usai bangun tidur sekitar pukul 08.00 WIB, suaminya keluar dari pintu dapur dan duduk di depan pintu.
Saat itu, saksi Siti, usai mandi dan mendapati suaminya duduk-duduk di pintu dapur. Siti Fatikhoh sendiri tidak menyangka suaminyanya akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum pestisida.
“Istrinya selesai mandi awalnya hanya melihat suaminya tengah duduk dipintu dapur. Namun baru menyadari setelah melihat botol pestisida di tangan suaminya, ujar Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Arkom.
Melihat gelagat yang mencurigakan, istri korban berupaya menghampiri suaminya. Namun belum juga sampai dekat, suaminya jalan keluar dari rumah dengan badan sempoyongan.
Melihat kondisi yang kurang menguntungkan, saksi langsung berteriak meminta tolong pada warga sekitar.
“Istrinya ini berteriak-teriak minta tolong. Datanglah tetangganya untuk berusaha menolong korban, tambah Iptu Arkhom.
Kasduki (55) tetangga korban yang datang ke lokasi kejadian langsng berupaya menolong korban. Namun kondisi korban kian lemas tidak berdaya.
“Akhirnya saksi pertama ini memanggil warga lainnya untuk membantu membawa korban ke pertolongan medis di Puskesmas setempat, jelas Arkhom.
Petugas Pusekesmas Sragi 1 yang berupaya melakukan penyelamatan tak bisa berbuat banyak. Ssetelah 30 menit berupaya, tim medis dimpimpin dokter puskesmas, dr Isti sulistiyana Jati tak dapat menyelamtkan nyawa korban.
Dari keterangan dokter, kondisi korban saat datang ke Puskemas dalam kondisi sudah kritis, nafas tersenggal-senggal. Bau nafas yang keluar dari mulut dan hidung tercium bau menyengat seperti obat pembasmi serangga.
Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman. Pihak keluarga korbanpun menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan keluarga korban tidak mempermasalahkan peristiwa tersebut.
“Tim medispun telah memeriksa kondisi tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban tewas karena meminum pestisida, pungkas Arkhom.
Pada petugas kepolisian, pihak keluarga korban mengakui korban kerap mengeluh putus asa atas penyakit yang dialaminya. Sudah beberapa tahun, korban mempunyai riwayat penyakit dalam yang tidak kunjung sembuh sehingga depresi.
Petugas kepolsiian dalam olah kejadian perkara yang dilakukan menemukan barang bukti berupa satu botol obat Pestisida merek GRETA 500 EC atau obat pembasmi serangga. Korban sendiri langsung dimakamkan hari itu juga di pemakaman desa setempat.edit
















