Polda Razia Narkoba di Rutan Boyolali dan Sragen

oleh

BoyolaliAnggota Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali dan pihak Rutan menggelar razia mengatisipasi peredaran narkoba di dalam Rutan Boyolali, Kamis (11/10). Razia dipimpin Kepala Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Jateng AKBP Edy Santoso.

Dalam razianya,  tim melakukan pemeriksaan ke seluruh  penghuni di blok narapidana terkait kasus narkoba. Patugas mengeluarkan seluruh penghuni dari ruangan sel khusus narkoba, dan lalu memeriksa kamar-kamar.

“Untuk memastikan adanya obat-obatan terlarang di dalam rutan. Warga binaan yang dicurigai kemudian dilakukan tes urine, untuk memastikan apakah mereka menggunakan obat-obat terlarang atau tidak,” jelas Kepala Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Jateng AKBP Edy Santoso.

INFO lain :  Hari Tanpa Tembakau Momentum Gencarkan Sosialisasi Bahaya Rokok

Dikatakannya, pemeriksaan tersebut dilakukan secara menyeluruh di rutan-rutan Jateng, termasuk di Rutan Boyolali dan Sragen. Pemeriksaan, kata Edy Santoso, bertujuan untuk menekan peredaraan narkoba karena menurut survei sekitar 95 persen peredaran narkoba terjadi di dalam rutan.

INFO lain :  Penjual Cilok di Boyolali Tewas Dianiaya Orang Gila

“Kami akan melaksanakan razia narkoba di semua rutan hingga akhir akhir tahun ini. Tidak menutup kemungkinan seluruh rutan ada pengguna obat-obatan yang diduga mengandung zat-zat terlarang,” kata Edy Santoso.

Diakuinya, kegiatan tersebut sebenarnya sebagai upaya mencegah, menekan dan mengevaluasi apakah memang ada di dalam rutan yang menggunaan obat terlarang.

INFO lain :  RPH di Jateng Didorong Miliki Nomor Kontrol Veteriner

Dalam pemeriksaannya, petugas memeriksa 32 narapidana khusus narkoba di Rutan Boyolali, dan 13 orang di antaraya diambil sampel urine karena dicurigai menggunakan obat terlarang.

Dari hasil pemeriksaan, satu orang terindikasi mengandung zat benzo, tetapi yang bersangkutan belum bisa dipastikan memakain obat terlarang.

“Jangan diartikan menggunakan obat-obat terlarang. Napi ini, ada kemungkinan diberikan obat untuk penyakitnya oleh pihak Rutan,” ujar dia.edit